Home Kesehatan Anak Apa saja gejala bronkitis pada bayi

Apa saja gejala bronkitis pada bayi

339
0
SHARE

Apa saja gejala bronkitis pada bayi?

Segera setelah gejala awal dari bronkitis terlihat, bayi harus mendapatkan perhatian medis. Karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang sangat berbahaya yaitu pneumonia. Penting agar dokter anak tidak hanya mendiagnosa, tetapi juga memeriksa anak secara teratur, jika tidak, ada kemungkinan anda melewatkan kerusakan yang terjadi bahkan ketika tahapan pengobatan sudah tepat.

Gejala bronkitis pada bayi

  • Batuk kering, yang dimulai dengan latar belakang kesehatan penuh. Batuk tanpa pilek merupakan alasan serius menemui dokter. Setelah 2-3 hari, batuk semakin parah dan berdahak.
  • Peningkatan suhu. Pada anak-anak di bawah satu tahun, suhu tubu naik di atas 38-39 derajat. Batuk kering tanpa demam yang merupakan tanda-tanda alergi bronkitis .
  • Manifestasi keracunan. Anak terlihat lesu, menangis, hilang nafsu makan, susah tidur. Bronkitis disebabkan oleh bakteri sehingga virus bronkitis biasanya lebih mudah ditularkan. Pada alergi bronkitis kondisi anak terlihat normal.
  • Mengi dan nafas terengah-engah. Sulit bernafas, napas yang keluar terdengar seperti suara peluit. Suara seperti siulan di dada bisa terdengar dengan telinga telanjang tanpa stetoskop, ciri ini menunjukkan bronkitis obstruktif pada bayi.

Apa saja gejala bronkitis pada bayiMengapa ada bronkitis obstruktif pada anak-anak?

Bakteri, virus dan alergen menembus aliran udara pada bronkus. Bakteri dan virus tersebut diendapkan pada mukosa dari saluran pernapasan dan perlahan akan mengganggu bagian tersebut. Reaksi selanjutnya yaitu kelenjar lendir bronkus mengeluarkan sejumlah besar lendir untuk membersihkan partikel asing didalamnya.

Bila lendir tersebut rusak, mengental dan melekat pada dinding bronkus, akan menyebabkan penyempitan lumen atau penyumbatan bronkus (keseluruhan atau parsial). Sehingga udara dari bronkus yang seharusnya lancar masuk ke dalam alveoli paru-paru menjadi terbatas.

Kondisi seperti diatas sangat menguntungkan untuk pertumbuhan mikroorganisme, dan dapat berkembang menjadi radang paru-paru (pneumonia). Jika bronkitis obstruktif pada anak-anak disertai dengan demam, sudah pasti ini terkait dengan virus atau bakteri.

Oleh karena itu, pengobatan yang cocok seperti antibiotik (amoksisilin klavulanat, Cephalexin, Cefaclor). Indikasi penggunaan:

  • mukopurulen atau purulen sputum;
  • demam tinggi selama lebih dari 3 hari;
  • dinyatakan intoksikasi

Dalam kasus bronkitis obstruktif pada anak-anak, keluhan alergi tidak selamanya disebabkan oleh suhu tubuh yang tinggi.

Obstruksi bronkus bisa jadi dikarenakan:

  • Penggunaan bahan kimia rumah tangga: deterjen, spray, penyegar udara;
  • Bulu hewan peliharaan;
  • Pernis dan cat. Linoleum dan vinil wallpaper juga dapat memicu penyumbatan
  • Funiture yang terbuat dari bahan standar
  • Mainan
  • Debu rumah tangga pada karpet atau bahan tekstil (sprei, tirai)

Menghilangkan alergen (penyebab alergi) dengan mengkonsumsi antihistamin biasanya mampu memulihkan kondisi pasien secara dramatis. Dalam hal ini, antibiotik tidak dibutuhkan.

Artikel terkait: Apa karakteristik pneumonia pada bayi baru lahir

Cara mengobati bronkitis pada anak-anak di rumah

1. Ikuti dan patuhi setiap rekomendasi dokter. Dilarang coba-coba pada anak. Sebagai orang tua anda mesti memahami kalau saluran pernafasan pada balita masih sempit dan mereka tidak dapat batuk untuk membuang lendir tersebut. Namun jangan lakukan apapun tanpa perawatan yang terampil.

2. Jangan membatalkan konsumsi obat secara sepihak, terutama pada antibiotik. Karena biasanya, pada hari ketiga kondisi anak terlihat membaik. Namum jika resep dari dokter selama 7 hari, maka pastikan anda menjalankan sepenuhnya. Jika tidak, bronkitis kronis masih membayangi hari hari anda, ketika bakteri antibiotik tidak hancur, dan masih bertahan dalam bronkus. Bakteri secara perlahan mengurangi kekebalan tubuh dan selamat!… anda mendapatkan bronkitis yang lebih parah.

3. Apabila bayi mengonsumsi banyak cairan, menyebabkan lendir di dalam bronkus tidak cepat kering, dan tidak membentuk gumpalan yang menyulitkan untuk batuk. Hal ini penting jika anak anda mengalami demam. Indikator bahwa anak minum dengan cukup yaitu buang air kecil setiap 2-3 jam.

Sajikan tambahan menu kolak untuk anak dengan tambahan buah atau buah kering atau kismis. Jika anak lebih suka jus, pastikan anda encerkan dengan komposisi air 1:1, sehingga tidak menimbulkan alergi. Untuk alasan ini, dokter tidak menyarankan konsumsi terlalu sering, dimana ada kemungkinan anak mengalami alergi, yang sangat berbahaya untuk bronkitis alergi.

4. Melembabkan udara. Langkah ini berguna untuk mencegah pengeringan lendir di dalam bronkus. Anda dapat menggunakan humidifier (alat pelembab udara) atau bahkan menggantung kain atau handuk basah selama cuaca panas. Kelembaban relatif pada bayi sebaiknya 50 hingga 70%.

5. Bersihkan udara di dalam ruangan. Sangat diharapkan ruangan di dalam rumah memiliki ventilator (lubang udara) dan selalu terbuka. Bersihkan dengan kain basah 2 kali sehari. Jangan campur deterjen pada air. Dengan demikian, anda dapat menghilangkan kumpulan debu dan alergen lain yang dapat memperburuk kondisi anak.

6. Jangan lakukan self-treatment. Jangan… dokter sendiri bila sakit tetap butuh bantuan dokter lainnya. Percayakan semua pengobatan pada dokter. Gunakan Inhalation pada anak dengan saran dokter. Faktanya, alat bantu pernafasan tersebut dapat menyebabkan kerak lendir yang mengering, menambah volume dan memblokir lumen bronkus, sehingga kondisi anak semakin memburuk secara signifikan.

7. Berjalan dan menghirup udara segar. udara bersih memberikan kontribusi untuk membersihkan bronkus dari lendir secara cepat. Selain itu, dengan berjalan bisa menambah ventilasi paru, yang merupakan pencegahan terhadap pneumonia. Namun, semuanya bisa dilakukan jika suhu tubuh anak sudah normal, dan kondisi cuaca tidak dingin.

8. Massage. Pijat membantu untuk membersihkan dahak pada saluran bronkial. Tetapi cara ini hanya boleh dilakukansetelah fase akut dari penyakit bronkitis telah lewat dan suhu tubuh anak sudah normal.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − eight =