SHARE

Benjolan payudara dan kanker

Bagi kebanyakan wanita atau anda khususnya, merasakan ada benjolan payudara mereka  menjadi sebuah pengalaman yang menakutkan. Anda lantas berpikir benjolan tersebut adalah kanker. Namun yang harus disadari bahwa benjolan pada payudara tersebut belum tentu penyebabnya adalah kanker .

Benjolan tersebut biasanya adalah tumor jinak (tidak ganas) atau kista yang tidak menyerang sel-sel atau merusak jaringan tubuh atau menyebar ke bagian lain dari tubuh.

benjolan payudara dan kankerBerikut ini adalah beberapa contoh dari benjolan payudara tersebut.

Fibroadenomas

Fibroadenoma paling banyak dialami wanita terutama di bawah usia 30 tahun, fibroadenoma berasal dari jaringan berserat dan kelenjar. Benjolan ini tidak menyebabkan rasa sakit, terasa seperti karet dan umumnya dapat bergerak bebas di bawah jaringan payudara. Fibroadenoma tidak ada hubungannya dengan meningkatnya risiko kanker payudara dan dapat dioperasi jika perlu, tapi jangan lengah, selalu periksakan setiap benjolan payudara Anda ke dokter.

Artikel terkait: Pencegahan kanker payudara dimulai diri sendiri

Kista payudara

Kista adalah tumor jinak yang terjadi di payudara pada beberapa wanita. Kista payudara ini sebenarnya sebuah kantung berisi cairan yang sering menyebabkan rasa sakit, terasa lunak ketika  disentuh, terutama diminggu sebelum periode menstruasi.

Tumor jinak di payudara ini dapat berubah ukuran dari waktu ke waktu dan mungkin akan hilang dan muncul kembali. Kista ini bisa terjadi dekat permukaan kulit atau jauh di dalam payudara. Ketika kista di payudara menyebabkan rasa sakit, dokter dapat mengobati dengan cara memasukkan jarum ke dalam benjolan dan menarik cairan didalamnya.

Nantinya cairan ini dikirim untuk pemeriksaan di laboratorium. Kadang-kadang kista payudara diangkat melalui pembedahan jika ditemukan kanker yang berkembang dalam dinding atau di dekat payudara. Benjolan payudara yang tak kunjung hilang harus diuji dengan biopsi.

Baca juga: Pilihan pengobatan untuk kanker payudara

Tumor jinak saluran susu

Tumor jinak saluran susu (papiloma intraduktal) terjadi di bagian payudara dimana ASI keluar, dan dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting. Dokter harus memeriksa benjolan tersebut, yang lokasinya anda rasakan tepat di belakang dan di dekat tepi puting, dan Anda mungkin harus menjalani biopsi payudara jika keluar darah dari puting. Dokter juga akan memutuskan apakah benjolan dan saluran susu yang terinfeksi perlu pembedahan atau tidak. Payudara mengeluarkan darah tidak selalu merupakan indikasi kanker payudara, namun jangan abaikan, periksakan segera ke dokter.

Artikel terkait: Pertanyaan yang umum dan jawaban seputar kanker payudara

Tes yang dilakukan pada benjolan payudara

Ada sejumlah tes yang dapat digunakan untuk memutuskan apakah benjolan pada payudara tidak berbahaya.

  • USG – Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi dan sering digunakan untuk menentukan apakah benjolan tersebut berisi cairan (ini biasanya tidak berbahaya) atau padat.
  • Suntikan jarum prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum langsung ke dalam benjolan untuk mengeluarkan cairan atau sel didalamnya.
  • Metode ini berjalan dengan mengambil sampel jaringan payudara dan kemudian diperiksa secara mikroskopis. Prosedur ini dianggap cara yang paling akurat untuk menentukan struktur benjolan pada jaringan. Jaringan payudara yang dimaksud dapat diambil menggunakan jarum atau dengan operasi (biopsi jarum atau biopsi bedah).
  • Prosedur ini menggunakan sinar X pada payudara yang bertujuan untuk mendeteksi setiap kelainan pada payudara. Jenis pengujian ini juga sering digunakan sebagai tes skrining untuk pemeriksaan pasien tanpa gejala kanker payudara.
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − 2 =