Home Kesehatan Wanita Kanker serviks gejala penyebab dan pengobatan

Kanker serviks gejala penyebab dan pengobatan

518
1
SHARE

Kanker serviks gejala penyebab dan pengobatan. Kanker serviks ditandai dengan munculnya sel-sel yang khas yang berkembang tak terkendali pada serviks (leher rahim, bagian pertama dari rahim).

Kanker serviks gejala penyebab dan pengobatan

Untungnya, bila dapat dideteksi lebih awal, pada banyak kasus kanker leher rahim ini dapat disembuhkan. Cara yang paling efektif untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan tes Pap secara rutin, dengan menjalani test ini dapat diketahui perkembangan sel-sel abnormal pada leher serviks sehingga dapat dicegah sebelum berubah menjadi sel tumor.

Ada dua tipe dari kanker serviks :

  1. Squamous cell carcinoma (epidermoid)
  2. Cervical adenocarcinoma

Penyebab

Penyebab kanker leher rahim disebabkan terjadinya kelainan sel pada leher rahim. Ketika sel-sel prakanker terbentuk, daerah pada leher rahim mengalami perubahan secara konstan (tergantung pada siklus menstruasi). Selama proses tersebut berlangsung, secara fisiologis bentuk sel-sel pada leher rahim tersebut mengalami mutasi yang berbeda, hal inilah yang mendukung munculnya sel-sel yang tidak normal tersebut, terutama dalam beberapa kasus terjadi infeksi Human Papilloma Virus (virus HPV yang penularannya melalui hubungan seksual yang menyebabkan luka pada leher rahim sehingga meningkatkan resiko menderita kanker serviks).

Faktor beresiko penyebab kanker serviks adalah :

  • Perokok, terutama wanita dengan sejarah perokok berat
  • Lemahnya sistem kekebabalan tubuh, terutama wanita yang mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus yang menyebabkan AIDS);
  • Penggunaan alat kontrasepsi oral selama lebih dari 5 tahun.

Menjalani Pap test secara teratur adalah cara yang paling diandalkan dalam mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada leher rahim sehingga dapat mencegah perkembangan kanker itu sendiri.

Gejala

Perubahan pada sel leher rahim biasanya asymptomatic (tidak menunjukkan gejala). Sehingga anda perlu memperhatikan gejala paling umum dari kanker serviks dibawah ini :

  • Terjadinya pendarahan yang tidak normal atau tidak sesuai dengan siklus menstruasi
  • Pendarahan abnormal selama melakukan hubungan seksual
  • Adanya rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual
  • Keputihan yang tidak normal dan terkadang bercampur dengan darah yang banyak.

Gejala lanjutan (pada tingkatan yang lebih parah) kanker serviks memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Anemia karena kehilangan darah dalam jumlah banyak
  • Rasa nyeri pada panggul (perut bagian bawah), nyeri tungkai bawah atau sakit pinggang (belakang)
  • Fistula Vagina (Adanya interaksi yang tidak normal antara vagina dan anus atau kandung kemih, sehingga feces dan urin dikeluarkan melalui vagina). Fistula terjadi karena proses pembesaran kanker pada jaringan di sekitarnya).
  • Berat badan menurun drastis (dalam beberapa minggu, bulan).
Perkembangan

Dikarenakan tidak mendapatkan pengobatan yang semestinya, kanker serviks dapat menyebar ke jaringan disekitar rahim dan vagina. Pada stadium lanjutan, penyebarannya hingga ke ginjal, usus, hati dan paru-paru. Kanker serviks diklasifikasikan menurut ukuran dan perkembangannya (menyebar ke jaringan dan organ lain). Seorang Onkologist (dokter spesialis tumor) akan melakukan beberapa penelitian seperti pengecekan darah, x-ray tulang (apabila sudah menyebar ke tulang) dll. Penelitian ini penting dilakukan agar pasien bisa mendapatkan perawatan medis yang sesuai dengan kondisi dan tingkat kanker yang dimiliki si pasien.

Faktor Resiko.

Penyebab paling umum dari kanker serviks adalah infeksi yang diakibatkan virus HPV, efek yang ditimbulkan dari infeksi ini biasanya bertahun-tahun kemudian, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendiagnosis perkembangan sel kanker tersebut. Seorang wanita dengan perilaku seksual yang tidak teratur, beresiko tinggi terinfeksi penularan virus ini.

Perilaku seksual yang tidak teratur tersebut meliputi :

  • Kehidupan seksual dimulai sebelum genap berusia 18 tahun
  • Tidak menggunakan alat kontrasepsi
  • Memiliki pasangan lebih dari tiga bahkan lebih
  • Melakukan kontak seksual dengan pasangan yang telah atau memiliki beberapa pasangan seks.

Konsultasi dengan Spesialis

Segera setelah anda didiagnosis positif mengidap kanker serviks anda anda membutuhkan penanganan medis dari dokter yang tepat. Pap smear test adalah metode yang paling dapat diandalkan untuk mengidentifikasi perubahan sel lebih awal. Anda akan disarankan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada interval waktu yang ditentukan oleh dokter.

Dokter spesialis yang dapat mengobati, mengevaluasi gejala, faktor, resiko dan diagnosis dari kanker serviks adalah :

  1. Gynaecologist
  2. Oncologist
  3. Radiotherapist

Evaluasi

Apabila ditemukan positif terkena kanker serviks, maka sangatlah penting bagi anda untuk segera mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan ini berupa :

  • Colposcopy dan cervical biopsy yang bertujuan untuk mengindentifikasi dan menentukan lokasi yang tepat dari sel-sel berbahaya tersebut.
  • Endocervical biopsy (atau diagnostic curettage) untuk memastikan bila sel-sel berbahaya tersebut berada pada saluran serviks (yang menghubungkan bagian serviks dan uterus).
  • Conization diagnose dan diathermic loop resection yang bertujuan untuk mengambil dan menganalisa jaringan yang terdapat pada leher rahim.

Colposcopy dan cervical biopsy dapat dilakukan pada wanita hamil yang teridentifikasi mengidap kanker serviks.

Tahapan penting dari analisis kanker serviks adalah :

  1. CBC (Complete Blood Count) yaitu test pagi penderita anemia.
  2. Blood biochemistry yang bertujuan untuk mengevaluasi dari organ hati dan ginjal.
  3. Conization diagnosis bertujuan untuk mengambil dan menganalisa jaringan yang terdapat pada leher rahim.
  4. Hysteroscopy untuk memeriksa saluran rahim dah leher rahim yang bertujuan untuk mengecek pertumbuhan tumor.
  5. Cystoscopy berfungsi untuk menyediakan informasi keberadaan tumor pada saluran kandung kemih.
  6. Proctoscope berguna untuk mengidentifikasi keberadaan tumor pada usus.
  7. Urography untuk memastikan keberadaan tumor ginjal.
  8. Chest fluoroscopy sebuah test untu menge penyebaran tumor hingga ke paru-paru

Test yang dapat membantu untuk menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien penderita kanker serviks adalah :

    1. Computed tomography (CT) test ini dilakukan untuk memeriksa penyebaran kanker pada bagian perut dan panggul.
    2. Magnetic resonance imaging (MRI) sama halnya seperti CT scan, test ini dilakukan untuk mengetahui level kanker sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan yang tepat.
    3. Positron emission tomography test ini dilakukan untuk menganalisa proses penyebaran tumor ke organ-organ tubuh penting lainnya.
    4. Angiogram lymphatics yaitu sebuah prosedur untuk menciptakan sebuah pencitraan radiologi dari sistem lymphatic untuk menentukan tingkat penyebaran tumor.

Diagnosis awal

Komponen penting dari test Pap adalah seorang Ginekologi (ahli kesehatan organ reproduksi wanita) harus mampu mengidentifikasi sel prakanker pada serviks. Pap test merupakan metoda yang paling efektif untuk mendeteksi kanker serviks. Hasil dari pengujian medis ini dibagi menjadi beberapa tahap, tergantung pada perubahan yang terjadi pada sel yang telah terdeteksi sebelumnya. Pengobatan juga didasarkan atas hasil test Pap itu sendiri, apabila perlu pasien dianjurkan untuk mengikuti dan menyelesaikan setiap test Pap tersebut.

Pada beberapa negara, pemeriksaan sel yang tidak normal pada serviks dijalankan dengan sebuah sistem yang disebut Bethesda.

Pengobatan

Penanganan dan perawatan hingga sembuh dapat dirasakan seorang wanita apabila kanker serviksnya terdeteksi lebih awal. Type pengobatan yang digunakan pada kanker serviks meliputi :

  • Terapi bedah, digunakan untuk mengangkat tumor.
  • Terapi Radiasi digunakan untuk mengobati organ-orang vital yang telah terinfeksi tumor
  • Chemotherapy digunakan untuk mengobati metastasis.

Pemilihan terhadap jenis pengobatan berefek besar pada kualitas hidup seorang wanita kelak. Oleh karenanya, sangatlah penting bagi anda untuk mendiskusikan terlebih dahulu dengan seorang dokter mengenai kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis treatment. Prognosis dari kanker serviks terganung pada tipe dan tahapan pengobatan yang didapatkan pasien. Pertimbangan yang dibutuhkan diambil dari usia, kesehatan secara keseluruhan, kualitas hidup dan keinginan untuk memiliki anak kelak.

Pengobatan untuk kanker serviks itu unik atau dapat dikombinasikan dengan beberapa metode pengobatan, seperti :

  • Therapeutic conization yaitu proses pengangkatan tumor (apabila tumor masih tergolong kecil)
  • Hysterectomy simple partial proses pengangkatan rahim dan serviks
  • Total hysterectomy (pengangkatan uterus dan adnexa) dan pengangkatan kelenjar getah bening yang telah terinfeksi tumor
  • Radiotherapy, memanfaatkan sinar x untuk menghancurkan sel-sel ganas
  • Chemotherapy memanfaatkan bahan-bahan tertentu untuk menghancurkan sel tumor.
  • Chemotherapy dapat diberikan bersamaan dengan Radiotherapy (chemoradioterapie), metode ini banyak digunakan karena efeknya yang dapat meningkatkan ketahanan hidup secara bertahap IIB, IIA, IIB dan IVA serta tanpa efek samping yang signifikan. Chemoradioterapie juga dapat meningkatkan peluang bertahan hidup secara bertahap IB dan IIA bagi pasien dengan tumor besar.

Microinvasive squamous cell carcinoma (Tahap IA 1) adalah jenis tumor dengan tingkat kesuksesan untuk disembuhkan lebih besar. Pada tahap ini pasien dianjurkan untuk mendapatkan pengobatan dengan konisasi atau disebut juga tehnik reseksi dengan diathermic loop dan dapat juga dilakukan dengan histerktomi secara total maupun sebahagian.

Untuk masing-masing perawatan kanker serviks memiliki efek samping yang berbeda. Hasil yang didapatkan untuk pasien yang satu dan yang lainnya pun berbeda tergantung pada tipe perawatan yang digunakan, usia serta kesehatan secara umum. Dokter mungkin akan memberitahukan pasien setiap informasi penting untuk setiap kemungkinan dan efek samping dari perawatan yang diberikan.

Efek samping yang paling umum untuk setiap perawatan kanker serviks adalah :

  • Hilangnya nafsu makan, mual, muntah, diare, nyeri, rasa tidak nyaman dimulut, rambut rontok untuk perawatan kemoterapi
  • Mudah lelah, ruam, luka pada kulit, gangguan buang air besar dan buang air kecil untuk perawatan radioterapi
  • Efek samping yang terjadi pada kasus bedah tergantung pada prosedur yang digunakan.

Dokter akan melakukan beberapa metode untuk memperkecil gejala dan efek samping dari setiap metode pengobatan. Setiap pasien menunjukkan reaksi yang berbeda ketika menjalani pengobatan. Kebanyakan para wanita akan menunjukkan penolakan, amarah dan rasa sakit ketika hasil diagnosa diberitahukan. Emosi atau perasaan tersebut tidaklah normal, sehingga pasien harus belajar untuk mengendalikan perasaan negatif tersebut agar tidak mempengaruhi jalannya dan hasil pengobatan. Pasien harus diberitahu tentang penyakit dan tata cara pengobatannya. Untuk beberapa wanita perlu menghabiskan beberapa saat bersama keluarga, sementara yang lainnya mempergunakan waktunya dalam kesendirian agar mentalnya kembali pulih.

Pengobatan kanker serviks bagi wanita hamil

Pada beberapa kasus, wanita hamil mendapatkan pengobatan yang sama dengan wanita biasa. Pengobatan pada tahap IA (awal) dapat ditunda hingga melahirkan, jika diagnosa dilakukan pada trisemester ketiga. Proses persalinan normal dapat dilakukan meski beberapa dokter menyarankan persalinan melalu operasi caesar.

Terlepas dari level tumor, pengobatan akan ditentukan oleh sebuah tim yang terdiri dari para dokter yang memiliki spesialisasi kanker serviks untuk wanita hamil. Pengobatan tergantung pada stadium tumor serta usia kehamilan. Tumor pada wanita hamil tersebut dapat menyebabkan keguguran dan resiko bayi lahir prematur.

Maintenance treatment

Maintenance treatment sangatlah penting, terutama untuk mencegah penyakit berkembang lagi. Onkologi atau dokter ahli kandungan akan membuat satu program yang berisi jadwal pemeriksaan medis yang teratur, yaitu :

  1. Pap Smear dan pemeriksaan lengkap pada pelvic setiap 2 bulan selama 2-3 tahun pertama setelah diagnosis
  2. Pemeriksaan panggul dan Pap test setiap 6 bulan setelah 2-3 tahun pertama diagnosis.

Jika ada kecurigaan bahwa tumor telah menyebar ke organ lain, maka seorang onkologi akan merekomendasikan pasien untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut seperti Computed tomography (CT) pada perut dan panggul. Jika ada gejala dan gangguan pernafasan (nyeri dada dan batuk) maka pasien akan mendapatkan radioscopy untuk menentukan apakah tumor telah menyebar ke paru-paru.

Pengobatan yang diberikan apabila terjadi kegagalan.

Dalam beberapa kasus, kanker serviks bisa kambuh kembali. Sekitar 35% wanita yang telah sembuh dari kanker serviks, didiagnosa penyakit tersebut hadir kembali. Sebanyak 90% wanita dalam kurun waktu 3 tahun pertama setelah diagnosa awal, diketahui kembali menderita penyakit serupa.

Terapi pelengkap

Pengobatan untuk kanker serviks dapat dipadukan dengan pengobatan tambahan seperti :

  • Akupuntur
  • Phytotherapy (menggunakan media tanaman)
  • Biofeedback
  • Meditasi
  • Yoga
  • Metode visualisasi
  • Tambahan suplemen gizi dan vitamin.

Terapi pelengkap ini tidak pernah digunakan sebagai terapi pengganti terapi standar untuk pengobatan kanker serviks. Sebelum memulai terapi tambahan tersebut, disarankan pasien untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu agar lebih mengerti tentang efek samping dan manfaat dari metode tersebut. Beberapa wanita yang menderita kanker serviks pada stadium lanjut, memilih untuk tidak melakukan pengobatan tambahan ini dikarenakan biaya yang mahal dan hasilnya yang tidak terlalu besar.

SHARE

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here