SHARE

Mengenal kehamilan ectopic atau kehamilan diluar rahim. Banyak para wanita yang merasa khawatir tidak dapat lagi hamil setelah sebelumnya mengalami kehamilan diluar rahim.  Tetapi berbeda dengan kenyataan sesungguhnya. Kehamilan ectopic tidak menyebabkan mandul. Pada beberapa penelitian, sekitar 35%  kehamilan ectopic diikuti oleh kehamilan normal dan sekitar 10% terjadi setelah kehamilan normal.

Setelah melalui proses pembuahan, sel telur melakukan perjalan selama 8-9 hari menuju uterus. Selama beberapa hari tersebut, banyak sel telur yang tidak mencapai rahim atau uterus. Kejadian inilah yang disebut kehamilan ectopic, dimana peristiwa tertanamnya sel telur yang telah dibuahi diluar tempat semestinya yaitu rahim.

Mengenal kehamilan ectopic

Pengaruh dan akibat

Kebanyakan kehamilan diluar rahim terjadi pada wanita berusia diantara 35 sampai 45 tahun. Kehamilan ectopic biasanya terletak pada tuba fallopi (95%) sisanya sebesar 5% berkembang di ovarium, serviks atau perut. Frekwensi terjadinya kehamilan diluar rahim sangatlah kecil (1.5-2% pada masa kehamilan) dan sebanyak 65% wanita pada usia tersebut sudah pernah mengalami kehamilan ectopic sebelumnya.

Gejala kehamilan ectopic

Gejala awal dari kehamilan ectopic hampir tidak pernah ada. Bila anda mengalami telat datang bulan sekitar 1-2 minggu dan melakukan test kehamilan, hasilnya bisa saja positif dan anda akan percaya diri anda sedang hamil. Setelah beberapa minggu, akan muncul keputihan berwarna coklat kehitaman. Respon anda sebaiknya adalah mulai khawatir dan segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Rasa sakit merupakan gejala pertama dari kehamilan ectopic yang sangat mengganggu. Biasanya rasa sakit terletak pada sisi panggul, perut atau bahkan terasa sampai bahu dan leher (bila terjadi pendarahan hebat). Anda akan terasa tertekan ketika bergerak secara tiba-tiba atau ketika mengencangkan perut.

Bila rasa sakit terjadi ketika pendarahan, anda wajib untuk pergi memeriksakannya ke dokter. Rasa sakit yang kuat pada bagian perut, mudah lelah bahkan pingsan merupakan tanda dari pendarahan hebat yang disebabkan oleh pecahnya tuba fallopi yang dapat berakibat fatal.

Penderita sangat dianjurkan untuk segera mendapatkan penanganan medis. Gejala lainnya bisa saja rasa sakit pada kandung kemih, ketika buang air dan yang terakhir ketika melakukan hubungan seksual. Kehamilan ectopic dapat meniru gejala penyakit lain seperti radang usus buntu dan infeksi saluran kemih.

Rasa sakit yang disebabkan kehamilan ectopic ini mula-mula dapat ditahankan, sehingga hal ini menjadi alasan banyaknya wanita tidak pergi kedokter. Sayangnya, banyak pasien kehamilan ectopic terdiaknosa setelah terjadinya komplikasi dan pendarahan yang hebat. Bila kehamilan berada di bagian yang sempit, dengan cepat akan mengakibatkan koyaknya pembuluh darah. Bila sel telur tertanam pada bagian yang lebih luas, proses pembentukan dapat terjadi hingga mencapai 3 bulan kemudian disusul terjadinya komplikasi dengan pecahnya pembuluh darah.

Diagnosa dan pengobatan

USG panggul, lakukan secara rutin ketika anda pergi ke gynecologist (dokter ahli penyakit wanita) dengan test kehamilan yang benar dapat mendiaknosa sebuah kehamilan ectopic jauh sebelum terjadinya komplikasi. Apabila hasil test positif, anda harus segerah mendpatkan pengobatan untuk mencegah komplikasi.

Pengobatan seperti methotrexate akan diberikan kepada wanita yang telah terdeteksi lebih awal mengalami kehamilan ectopic. Pengobatan ini bertujuan menghentikan perkembangan dari embrio dan mengakibatkan keguguran. Sebaliknya pengobatan seperti laparoscopy akan diberikan kepada wanita yang terlambat terdiagnosa. Pengobatan ini dilakukan dengan mengoperasi pasien dan mengangkat janin didalam perut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here