SHARE

Mengenal Meningitis sakit yang diderita olga syahputra

Meningitis merupakan peradangan pada selaput otak. Setiap orang dapat terkena penyakit tersebut, yang bisa datang pada waktu yang sangat singkat – hitungan jam misalnya. Gejala utama yang ditunjukkan penyakit ini berupa leher yang mendadak kaku dan demam.

Meningitis bisa disebabkan oleh faktor bakteri atau virus. Bakteri pada meningitis – terutama bakteri meningokokus – adalalah penyakit berbahaya yang membutuhkan perawatan medis secepatnya menggunakan antibiotik yang langsung disuntikkan kedalam pembuluh darah.

Meskipun sudah mendapatkan penanganan medis terbaik sekalipun, sekitar 5-15 persen pasien meninggal atau menderita kerusakan syaraf. Meskipun penyakit ini tergolong berbahaya, meningitis merupakan penyakit yang jarang terjadi.

Sebenarnya apa penyebab meningitis?

Anda bisa jadi bertanya-tanya mengapa seseorang yang tergolong sangat sehat bisa terinfeksi virus bakteri meningitis. Bakteri meningokokus ini sebenarnya termasuk ke dalam kelompok bakteri normal yang hidup di hidung manusia.

Oleh karenanya, anda dan bakteri tersebut bisa hidup berdampingan tanpa menyebabkan anda jatuh sakit. Namun kabar buruknya, anda bisa menularkan bakteri tersebut kepada orang lain melalui batuk atau bersin, sehingga orang tersebut bisa terkena meningitis.

Resiko anda menderita infeksi akan semakin besar jika terdapat hubungan antara rongga hidung dan meninges (selaput otak). Hal ini terjadi, ketika misalnya terdapat retak pada tengkorak. Virus radang selaput atau meningitis ini bisa juga disebabkan oleh penyakit yang berasal dari virus yang berbeda. Sebagai contoh, sekitar 40 persen pasien gondok juga mengalami meningitis.

gambar virus bakteri meningitis
Apa saja ciri berbahaya yang ditunjukkan penyakit ini?

  • Leher pegal atau kaku seringkali menjadi ciri utamanya. Akan terasa sakit sekali ketika anda berusaha menekuknya. Untuk anak berusia 0 hingga 2 tahun, gejala seperti ini tidak selalu kasat mata, oleh karenanya para orangtua diharapkan rajin memeriksa kondisi kesehatan buah hatinya.
  • Sering sekali terkena demam tinggi, suhu tubuh sekitar 39-40 derajat, dan hal ini rutin terjadi. Pada orang yang kondisinya sangat parah, temperatur tubuh terkadang berubah-ubah bahkan turun menjadi normal. Satu hal yang perlu diwaspadai, konsumsi obat penurun demam dan penghilang rasa sakit bisa mengelabui dan menutupi gejala sebenarnya dari penyakit ini.
  • Menurunnya kondisi fisik secara umum merupakan pertanda serius dan harus segera mendapatkan bantuan medis. Yang perlu ditekankan dan diperhatikan para orangtua, bisa jadi sangat sulit mengenali penyakit ini pada anak, bila anda ternyata ragu, penilaian sedapat mungkin haruslah dilakukan oleh dokter ahli.
  • Terjadinya pendarahan seukuran kepala peniti dari dalam kulit pasien – disebut dengan petechia. Kejadian ini merupakan bukti bahwa bakteri telah menyebar hingga ke aliran darah (sepsis) dan merupakan ciri serius yang berarti pasien harusĀ  menjalani perawatan medis secepat mungkin. Untuk memastikan, anda bisa membedakan yang mana petechia atau hanya ruam (bintil merah dikulit) biasa dengan cara menekannya menggunakan jari. Jika ruam tersebut tidak hilang, maka dipastikan itu adalah petechia.
  • Keluhan sakit kepala, mual dan muntah.
  • Berkurangnya kemampuan melihat dengan baik, pandangan mata sering kabur dan buram.

Apa yang dapat anda lakukan?

Vaksinasi

Melalui program vaksinasi yang biasa diberikan pada anak-anak, dapat mencegah beberapa penyebab awal meningitis, contohnya meningitis karena gondok, haemophilus influenzae tipe b (Hib) dan vaksin pneumokokus (radang paru). Perlu digaris bawahi bahwa vaksin pneumokokus tidak dapat melindung anda dari semua tipe bakteri radang paru-paru. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa tingkat keberhasilan vaksinasi peneumokokus berkisar 50-70 persen berhasil melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit.

Artikel terkait: Bagaimana cara diagnosa penyakit meningitis

Disamping meningitis dapat menyebabkan infeksi radang paru-paru, virus penyakit ini juga dapat menyebabkan otitis akut (radang pada telinga), paru-paru basah dan sinusitis. Untuk kasus yang lebih serius, infeksi pneumokokus meningitis pada anakjuga mampu menyebabkan keracunan darah.
Jika anak atau orang dewasa sedang demam, anda diharapkan selalu memperhatikan ada atau tidaknya gejala yang mengindikasikan meningitis. Bila ternyata terbukti, segeralah konsultasikan kepada doker. Ketika sedang menilai apakah leher anak terlihat kaku atau tidak, sangatlah penting menjaga agar si anak dalam kondisi relaks, karena ketika ia merasa terganggu dan menjerit, hal ini bisa mengakibatkan leher menjadi kaku. Perhatikan apakah anak anda terkena demam tinggi, namun hal ini sepertinya tidak mempengaruhinya dan ia tetap bermain layaknya tidak terjadi apa-apa, ciri-ciri seperti ini hampir pasti adalah meningitis.

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + twelve =