SHARE

Mengenal Pneumonia atau radang paru-paru

Pneumonia adalah penyakit di mana terjadi peradangan pada struktur yang berbeda dari paru-paru, yang berkembang sebagai penyakit utama atau sebagai komplikasi dari penyakit lain. Pneumonia atau radang paru-paru menyerang proses saluran udara yang lebih rendah (bronkus, bronkiolus, alveolus).

Hingga saat ini, masalah yang disebabkan oleh pneumonia masih menjadi salah satu yang paling mendesak. Meskipun terdapat kemajuan besar dalam pengobatan penyakit ini, pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak. Sangat jelas diketahui bahwa infeksi stafilokokus serta patogen dari virus dan bakteri merupakan penyebab utama dari perkembangan penyakit ini.

Mengenal Pneumonia atau radang paru-paruPengaruh pneumonia pada bayi yakni 15-120 per 1.000 anak-anak dari usia 3 hingga 5 tahun, 1.000 pada orang dewasa 10 hingga 13 per 1.000 populasi orang dewasa. Peningkatan fkrekuensi pneumonia pada anak-anak berhubungan erat dengan karateristik anatomi dan fisiologi sistem pernafasan.

Artikel terkait: Apa karakteristik pneumonia pada bayi baru lahir

Anatomi dan fisiologi paru

Pneumonia atau radang paru adalah penyakit yang sangat serius dan untuk lebih memahami apa yang terjadi di paru-paru dan tubuh secara keseluruhan, ada baiknya kita mengetahui anatomi dan fisiologi paru.

Paru-paru terletak di rongga dada. Setiap paru dibagi menjadi bagian (segmen), paru-paru kanan terdiri dari tiga segmen, dua pada paru-paru kiri, karena posisi yang berdekatan dengan jantung, sehingga volume paru-paru kiri berkurang sekitar 10%.

Setiap segmen terdiri dari pohon bronkial dan alveoli. Adapaun Pohon bronkial terdiri dari bronkus. Bronkus sendiri memiliki berbagai ukuran (kaliber). Percabangan kaliber bronkusĀ  besar berlanjut hingga bronkus yang lebih kecil sampai bronkiolus terminal, inilah mengapa disebut pohon bronkial. Mereka berfungsi untuk mengangkut udara selama paru-paru bekerja menghirup dan menghembuskan nafas.

Ukuran Bronkiolus masih akan mengecil turun dan masuk ke bronkiolus dan akhirnya berakhir di kantung alveolar. Dinding alveoli sangat baik yang memungkinkan menjadi tempat pertukaran gas.

Artikel terkait: Penyebab batuk berdarah di pagi hari

Alveoli ditutupi dengan bahan dalam khusus (surfaktan). Bahan khusus tersebut berfungsi untuk perlindungan dari mikroba, mencegah pembusukan pada paru serta berpartisipasi dalam pembersihan bakteri dan debu mikroskopis.

Fitur dari sistem pernapasan pada bayi

1. Laring, trakea dan bronkus pada bayi bentuknya mengecil. Hal ini menyebabkan dahak tertahan pada saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme.

2. Pada bayi baru lahir rusuk horisontal dan otot interkostal belum berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan sewaktu dalam kandungan, bayi berada dalam posisi horizontal yang cukup lama sehingga menyebabkan stagnasi aliran darah.

3. Tidak sempurna nya regulasi saraf dari otot-otot pernapasan menyebabkan kegagalan pernapasan.

Bentuk utama dari radang paru-paru

Tipe dari pneumonia

Radang paru akut disertai dengan gejala berat yang memungkinkan pemulihan dalam waktu tidak lebih dari empat minggu
Radang paru kronis proses peradangan berlangsung lebih dari empat minggu tanpa perubahan positif.

 

Dan juga tergantung pada keterlibatan masing-masing sisi dari paru-paru (ketika salah satu paru terkena peradangan) dan bi (dimana kedua sisi paru-paru terkena pneumonia)

Penyebab radang paru

Pneumonia adalah penyakit menular yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme.

Menurut para ilmuwan, 50% dari semua pasien dengan radang paru penyebabnya masih belum diketahui.

Agen penyebab pneumonia paling sering pada bayi

Agen penyebab radang paru Frekwensi
Pneumococcus 30-40%
Mycoplasma 15-20%
Virus 10%

Baca juga: Perbedaan Bronkitis akut dan kronis

Unsur penyebab radang paru pada anak usia dini ini yang paling umum adalah Staphylococcus, Mycoplasma, mikrovirus adenovirus.

Campuran dari infeksi virus dan mikroba merupakan yang paling berbahaya. Virus mempengaruhi selaput lendir dari saluran pernapasan dan menyediakan akses mikroba untuk berkembang, yang memperburuk gejala radang paru.

Faktor risiko yang diakibatkan radang paru-paru pada orang dewasa:

1. Stres, yang menghabiskan tubuh.
2. Malnutrisi. konsumsi yang tidak memadai dari buah-buahan, sayuran, ikan segar, daging tanpa lemak.
3. kekebalan melemah. Hal ini menyebabkan penurunan fungsi imunitas dari tubuh.
4. Sering flu yang mengarah pada pembentukan infeksi kronis menahun.
5. Merokok. Ketika merokok dinding bronkus dan alveoli ditutupi oleh berbagai zat berbahaya.
6. Penyalahgunaan alkohol.
7. Penyakit kronis. Terutama pielonefritis, gagal jantung, penyakit jantung iskemik.

Baca juga: Gejala pneumonia atau radang paru pada anak-anak

Faktor risiko radang paru pada anak-anak:

1. Infeksi kronis pada THT – organ (tonsilitis)
2. Cooling atau overheating pada anak.
3. Pola hidup yang tidak teratur, tidur yang tidak memadai (kurang dari 10 jam pada anak-anak usia sekolah dasar).
4. Kurangnya latihan fisik.
5. Kegagalan menjalankan aturan epidemiologik. Anak-anak dengan penyakit batuk, bersin, berbicara, berteriak menularkan kepada anak-anak yang sehat. Oleh sebab itu, anak-anak yang sakit harus tinggal di rumah ketika sakit

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + twelve =