SHARE

Osteoporosis dan osteopenia penyebab patah tulangTulang yang normal terdiri dari campuran kalsium dan mineral lainnya termasuk magnesium dan fosfat. Tulang normal juga mengandung kolagen, protein yang membentuk kerangka fisik tulang.

Tulang terus-menerus rusak dan diperbarui. Selama masa kanak-kanak pertumbuhan tulang lebih besar dari yang rusak. Hanya setelah pubertas (sekitar 15-17 tahun) 90% dari prosesĀ  pertumbuhan tulang selesai dan hanya ada sedikit pertumbuhan kekuatan tulang hingga mencapai usia 30 tahun.

Baca juga: Penyebab dan Gejala nyeri perut bagian atas

Dari usia 30-an pertengahan dan seterusnya, lebih banyak tulang yang rusak dari yang dibuat. Hal ini menyebabkan penurunan kekuatan tulang secara bertahap seiring bertambahnya usia.

Hormon seperti estrogen memainkan peran penting dalam mempertahankan kekuatan tulang. Ketika wanita mengalami menopause terjadi penurunan yang signifikan dalam estrogen (hingga 90%). Ini berarti terjadi kerusakan pada tulang secara cepat setelah menopause. Akan tetapi, proses tersebut nantinya semakin berkurang 4-8 tahun setelah menopause.

Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi medis yang menyebabkan hilangnya kekuatan tulang, membuat tulang lebih rapuh dan lebih rentan terhadap patah tulang.

Hal ini terjadi ketika tulang kehilangan mineral, seperti kalsium, lebih cepat daripada proses mengganti mineral tersebut. Proses ini menyebabkan hilangnya ketebalan tulang (disebut juga massa tulang atau kepadatan). Peristiwa ini adalah kejadian yang normal dari proses penuaan.

Artikel terkait: Cara menambah hormon testosteron bagi pria dewasa

Adanya osteoporosis menjadikan tulang lebih tipis, dan pada beberapa kasus yang berat bahkan benturan kecil dapat menyebabkan fraktur (pecah atau retak). Setiap jenis tulang bisa terkena oleh osteoporosis, tetapi bagian yang paling umum adalah:

  • panggul
  • tulang belakang
  • pergelangan tangan
  • iga
  • panggul
  • lengan atas

Seringkali, tidak tampak sama sekali tanda-tanda atau gejala penyakit hingga patah tulang terjadi. Beberapa wanita mengalami osteoporosis dini karena penyakit atau kekurangan hormon.

Apa itu osteopenia?

Osteopenia adalah kepadatan tulang yang rendah, di mana tulang kehilangan beberapa massa dan kekuatan. Pada osteopenia kepadatan tulang yaitu antara kepadatan tulang yang normal dan osteoporosis.

Seorang wanita dengan osteopenia memiliki risiko patah tulang yang lebih tinggi dari mereka yang normal, tetapi tidak seperti efek parah yang disebabkan osteoporosis.

Artikel terkait: Pengertian Kesuburan dan Tidak subur dan cara menjaganya

Osteoporosis pada wanita indonesia

Hampir dua juta warga indonesia (sekitar 10% dari populasi) saat ini memiliki kondisi yang berhubungan dengan osteoporosis, dan tiga perempat dari mereka adalah perempuan:

  • Setelah usia 60, 1 dari 2 wanita indonesia memiliki keluhan medis yang berhubungan dengan osteoporosis
  • Dari semua keluhan tersebut, hampir setengahnya adalah vertebra (tulang belakang) kemudian, pinggul dan pergelangan tangan.

Patah tulang pinggul adalah masalah khusus, dengan adanya penurunan kesehatan setelah patah tulang pinggul maka:

50% penderita akan membutuhkan perawatan dalam jangka panjang.
Risiko meningkatnya kematian dengan patah tulang hingga 15% dan berujung pada kematian dalam jangka waktu 4 bulan kemudian.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + thirteen =