SHARE

Penyebab sakit perut pada anak-anak

Jika anak anda mengeluh sakit di bagian perut, hal ini akan menimbulkan dua pertanyaan: apakah penyebab rasa sakit dan seberapa serius. Sakit perut pada anak adalah masalah yang cukup kompleks tidak hanya untuk orang tua tetapi juga untuk dokter.

Penyebab sakit perut pada anak-anak

Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua:

Berapa lama rasa sakit berlangsung? Jika rasa sakit terus terjadi selama 2-3 minggu maka kemungkinan usus buntu. Jika rasa sakit terus selama beberapa jam dan terasa menusuk, kemungkinan usus buntu akut dan memerlukan operasi darurat.

Nyeri bersifat permanen?. Jika rasa sakit hilang dan datang kembali, ini bisa saja keluhan sembelit atau kembung. Peradangan akut pada sakit perut bersifat meningkat dengan gerakan konstan.

Rasa sakit berpusat di daerah yang sama? Jika anak anda setiap hari menunjukkan rasa sakit di daerah yang berbeda, maka anda tidak perlu khawatir. Tetapi hal yang berbeda, jika ia terus menerus menunjuk tempat yang sama.

Apakah ada tanda-tanda penyakit lain? Jika sakit perut disertai dengan sakit kepala, mungkin disebabkan oleh migrain. Radang usus atau kandung kemih ditunjukkan dengan infeksi, diare atau sering buang air kecil.

Apa penyebab sakit perut akut pada anak?

Sakit perut akut terjadi pada anak-anak dari berbagai usia dan sering kali terjadi spontan dan hilang begitu saja. Jika rasa sakit berlangsung lebih dari 2 jam, orang tua perlu memeriksakan kondisi anak ke rumah sakit untuk mencegah radang susu buntu.

Penyebab sakit perut akut pada bayi:

Kolik atau mulas.

Obstruksi usus atau gangguan pencernaan.

Kolik sebagian besar ditemukan pada bayi berusia 9 bulan atau lebih. Hadirnya kolik tidak menimbulkan masalah pada rutinitas makan bayi. Gejala kolik berupa anak tiba-tiba berteriak dan mengencangkan kaki ke dada. Kabar baiknya, setelah 10-30 menit, keadaan anak akan kembali seperti semula. Kolik biasanya terjadi pada sore hari.

Baca juga: Pengertian Kesuburan dan Tidak subur dan cara menjaganya

Obstruksi usus atau gangguan pencernaan paling sering terjadi pada anak berusia 5 hingga 9 bulan, sangat jarang terlihat pada anak yang berusia 2 tahun. Rasa sakit terjadi tiba-tiba. Anak terlihat pucat, mual dan muntah, kotoran bercampur darah dan lendir. Pada kasus seperti ini, para orang tua diharapkan segera berkonsultasi dengan dokter bedah.

Sakit perut pada anak-anak yang lebih tua disebabkan alasan berikut:

  • Kembung dan makan berlebihan
  • Radang lambung dan usus (gastroenteritis)
  • Apendisitis
  • Peregangan pada otot-otot perut
  • Radang ginjal
  • Radang testis
  • Radang hati
  • Peradangan saluran udara bagian bawah.

Penyebab paling umum dari sakit perut pada anak-anak adalah makan yang berlebihan dan kembung sehingga menyebabkan akumulasi gas. Jika rasa sakit meningkat, anak tersebut harus diperiksa oleh dokter.

Artikel terkait: Penyebab susah hamil, Penyakit dan kondisi

Gastroenteritis dimulai dengan mual, muntah, demam dan nyeri paroksismal. Kemudian dilanjutkan dengan diare. Rasa sakit bertambah sebelum dan sesudah makan.

Hipotermia dan radang tenggorokan terjadi pada anak yang lebih mudah beberapa kali dalam setahun. Virus dan bakteri menyebabkan radang kelenjar getah bening, peradangan tidak hanya terjadi di leher tetapi juga di mesenterium usus. Kadang-kadang nyeri terasa begitu kuat, rasa sakit menyerupai usus buntu.

Sakit tenggorokan dan perut dapat menyebabkan infeksi mononukleosis dan disebut dengan infeksi enterovirus.

Apendisitis terjadi pada satu dari enam anak. Lebih sering terjadi pada anak-anak di bawah 2 tahun. Operasi usus buntu adalah metode pengobatan yang paling umum untuk sakit perut anak. Terkadang sangat sulit untuk mendeteksi radang usus buntu, karena rasa sakit hanya kambuh ketika usus beristirahat dan ketika ada peritonitis.

Ciri-ciri anak menderita radang usus buntu

Anak kehilangan nafsu makan, kadang-kadang mengeluh mual, terlihat lemah dan letih, kadang-kadang disertai peningkatan suhu tubuh. Dalam beberapa kasus, ada nyeri di sekitar pusar dan terjadi beberapa jam, kemudian ditambah dengan rasa sakit pada perut bagian bawah sebelah kanan. Usus buntu disertai dengan sembelit atau diare kecil. Ada rasa sakit yang cukup besar bila disentuh di sisi kanan bawah perut. Jika anda menemukan indikasi serupa pada anak anda, segeralah membawanya ke rumah sakit.

obat sakit perut pada anak

Peregangan otot-otot perut bawah yang terjadi secara berlebihan akibat kegiatan fisik, batuk atau muntah. Rasa sakit hanya terasa ketika hendak berjalan, atau jika anak mencoba untuk duduk tegak. Rasa sakit ini tiba-tiba sangat tajam. Secara keseluruhan kondisi ini tidak membahayakan anak dan nafsu makan tetap baik.

Radang ginjal lebih sering terjadi pada anak perempuan dan dimulai dengan rasa akit di samping atau punggung bawah. Sering buang air kecil, adanya kenaikan suhu tubuh, mual dan muntah.

Peradangan testis pada anak laki-laki ditandai dengan memar, skrotum hernia atau torsi testis.

Peradangan hati. Peradangan infeksi hati disebabkan oleh virus yang masuk ke tubuh melalui makanan. Setelah beberapa hari, kulit, bagian sclera mata mulai menguning dan urin berubah warna menjadi lebih gelap. Ketika penyakit kuning menyerang anak-anak, maka segeralah membawa anak berobat karena penyakit ini berbahaya bagi seluruh anggota keluarga dan teman-teman sepermainannya.

Baca juga: Penyebab sakit kuning pada bayi baru lahir

Peradangan pada saluran pernafasan bawah. Peradangan pada bagian terendah dari paru-paru menyebabkan sakit perut yang muncul setelah batuk kering.

Apapun bentuknya, sakit perut pada anak membutuhkan bantuan medis. Dalam beberapa kasus, pengobatan dokter membutuhkan penelitian terhadap urin, darah, feses, dan pemeriksaan lainnya.

Apa penyebab sakit perut kronis?

Penyebab sakit perut kronis mungkin:

  • sembelit;
  • migrain perut;
  • intoleransi makanan;
  • radang ginjal;
  • cacing.
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here