SHARE

Pencegahan selalu menjadi strategi yang terbaik. Seseorang yang memiliki penyakit asma harus memahami bahwa ada beberapa situasi yang dapat memicu serangan asma seperti terpapar alergen, infeksi saluran pernafasan, cuaca, oleh karena itu sebisa mungkin anda harus menghindari berada di situasi tersebut. Asma adalah penyakit kronis yang mempengaruhi bronkus, penyempitan pada saluran bronkus tersebut mengakibatkan pasien kesulitan untuk bernafas.

Asma memang bisa diobati, tapi gejala penyakit ini dapat dikendalikan, oleh karenanya bicarakan segala sesuatu terlebih dahulu dengan dokter anda.

penyakit asma dan penyebabnya

Gejala asma

Gejala asma yaitu kesulitan bernapas, sesak atau nyeri dada, gangguan tidur disebabkan kesulitan bernapas, batuk atau mengi dan gejala yang sama pada pasien pilek dan batuk. Ketika asma memburuk, bernafas menjadi semakin sulit. Bagi sebagian orang, gejala asma memburuk disebabkan alergen seperti bulu binatang atau serbuk sari, iritasi tertentu di tempat kerja, seperti uap kimia atau gas-gas tertentu, udara dingin atau udara kering.

Penyebab asma

Tidak ada yang tahu persis mengapa beberapa orang memiliki asma sedang yang lainnya tidak, tetapi tampaknya bahwa kondisi ini bisa terjadi karena kombinasi dari faktor genetik, dan lingkungan. Penyakit asma dapat dipicu oleh alergen yang disebutkan di atas, aktivitas fisik (induced asthma), obat-obatan tertentu, termasuk beta blockers, emosi yang kuat, stres, bahan pengawet yang hadir dalam beberapa jenis makanan dan minuman, gastroesophageal reflux disease, dll.

Asma dan faktor risiko

Ada banyak faktor risiko yang menyebabkan perkembangan asma, termasuk orang tua atau saudara yang menghadapi masalah kesehatan yang serupa, masalah alergi dan dermatitis atopik lain, obesitas, merokok, paparan asap rokok. Komplikasi penyakit asma yaitu penyempitan saluran pernafasan bronkial permanen yang mempengaruhi pernapasan, efek samping dari penggunaan jangka panjang obat terhadap asma.

Untuk mendeteksi penyakit asma ada beberapa tes khusus, termasuk spirometri yang memperkirakan ada atau tidak penyempitan saluran bronkial dengan memeriksa nafas dan tingkat pernapasan.

Artikel terkait: Mengenal infeksi saluran pernafasan

Pengobatan Asma

Pencegahan dan kontrol jangka panjang sangat penting bagi mereka yang terkena serangan asma. Sangat penting bagi anda untuk belajar mendeteksi pemicu reaksi, sehingga nantinya ketika asma kambuh, anda mampu mengambil beberapa tindakan. Terapi obat tergantung pada sejumlah syarat seperti usia, gejala dan sebagainya.

Obat-obatan yang diberikan merupakan obat jangka panjang yang berfungsi mengontrol gejala praktis pada asma. Obat-obatan yang dimaksud yaitu kortikosteroid inhalasi, pengubah leukotrien yang meringankan hidung gatal dan tersumbat,  obat tidak mudah larut dengan Beta-adrenergic agonist.

Ada juga obat-obatan yang cepat meredakan gejala selama serangan asma. Sedangkan untuk pengobatan alternatif mengusulkan teknik pernapasan, akupuntur, teknik relaksasi, obat herbal dan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak Omega-3 karena kandungan di dalamnya  memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + 3 =