SHARE

Penyebab rasa sakit pada ovarium setelah Histerektomi

Histerektomi merupakan prosedur pembedahan yang bertujuan mengangkat rahim (uterus) dan cara ini sebenarnya merupakan prosedur non-obstetrik yang paling umum untuk para wanita. Sekitar 300 dari setiap 100.000 wanita akan menjalani histerektomi dan dengan bermacam alasan. Beberapa diantaranya yaitu fibroid rahim, perdarahan vagina atau uterus abnormal, kondisi serviks prakanker atau dikenal sebagai displasia serviks, endometriosis, atau prolaps rahim seperti relaksi panggul. Kebanyakan histerektomi tidak disertai komplikasi, namun terkadang wanita yang mengalaminya mengeluhkan rasa nyeri setelah proses histerektomi.

Penyebab rasa sakit pada ovarium setelah HisterektomiRasa sakit pada ovarium setelah Histerektomi, apa penyebabnya?

Banyak wanita mengalami nyeri ovarium setelah histerektomi dan bertanya-tanya penyebabnya. Sekarang mari kita cari tahu alasan sebenarnya.

  1. Bekas luka proses pembedahan

Ada sekitar 2% hingga 3% wanita mengalami nyeri pada ovarium setelah histerektomi atau dalam bentuk lain dari rasa sakit. Kadang-kadang nyeri ini berasal dari jaringan parut, yang berasal dari proses penyembuhan setelah operasi. Bekas luka ini dapat menyebabkan nyeri yang mirip dengan rasa sakit dikala menstruasi. Nyeri selama hubungan seksual juga bisa terjadi disebabkan bekas ludah bedah.

  1. Nyeri saraf

Baca juga: Penyebab umum gangguan pencernaan dan sakit perut

Kemungkinan lain penyebab dari sakit ovarium setelah histerektomi adalah karena nyeri neuropati, yang berasal dari ujung saraf yang mengirimkan sinyal rasa sakit. Menyentuh bagian ini dapat menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit seperti ini dapat diobati dengan mengurangi sinyal saraf yang abnormal yang menjadi penyebab awal. Pilihan pengobatan meliputi pemberian obat, suntikan dan anestesi lokal. Dalam beberapa kasus, proses pembedahan pada bagian atas dekat vagina mungkin diperlukan.

  1. Kandung kemih terasa kaku

Kejang kandung kemih juga dapat terjadi setelah proses histerektomi dan hal semacam ini biasanya akan terus meningkat secara bertahap selama beberapa minggu pertama setelah operasi. Sejauh ini anda tidak perlu khawatir kecuali jika anda memiliki keluhan seperti terbakar/panas, perubahan urgensi atau frekuensi untuk buang air kecil. Anda dapat mengatasinya dengan mengkonsumsi obat dari dokter apabila anda merasakan mulai tidak nyaman dan mengganggu.

  1. Tumor

Berikut ini petikan pengalaman seorang pasien histerektomi “Saya memiliki tuba / ovariektomi (parsial), kemudian beberapa tahun kemudian, saya mulai mengalami keluharan rasa sakit di sisi kiri serta meningkatnya sensivitas perut bagian bawah. Kemudian saya berobat ke banyak doter lebih dari 8 tahun, tanpa mendapatkan hasil yang memuaskan sampai kemudian saya mencoba mengunjugi dokter kandungan wanita, juga tanpa hasil, namun ketika proses sonogram dan operasi eksplorasi, dokter kandungan menemukan sebuah tumor besar dari ovariektomi yang mana dokter lain tidak temukan. Tumor ini memiliki resiko yang besar berubah menjadi kanker”.

  1. Kram selama menstruasi

Bila anda memiliki histerektomi namun ovarium masih berada di tempat, nantinya mereka akan terus memproduksi hormon yang sama yang mereka lakukan sepanjang siklus menstruasi. Ini berarti anda mungkin akan mengalami rasa sakit yang identik sama dikala sedang haid. Hal ini bisa menyebabkan kram dan beberapa kemungkinan kecil terdapat kista kecil yang terbentuk selama proses siklus menstruasi disebabkan siklus yang tidak normal.

Artikel terkait: Gejala kanker liver pada wanita beserta stadium kanker

Gejala lain yang akan anda alami setelah proses histerektomi

  • Ada beberapa jenis histerektomi yaitu: histerektomi abdominal total (rahim dan leher rahim diangkat), histerektomi vaginal (rahim dibuang melalui vagina) dan masing-masing cara tersebut dilakukan dengan atau tanpa laparoskopi. Ada juga histerektomi supracervical (rahim dibuang tetapi tidak dengan serviks). Gejala yang dirasakan pasien dapat bervariasi berdasarkan jenis operasi yang dijalani.
  • Menjalani proses histerektomi dapat mengurangi kemungkinan anda memiliki gejala yang telah disebutkan diatas serta berdampak pada kehidupan seksual yang lebih baik.
  • Bagi para wanita yang belum menopause dan belum histerektomi, mereka kemungkinan besar akan mengalami gejala menopause lebih awal seperti perubahan suasana hati dan hot flashes yang merupakan bentuk penyesuaian tubuh dengan perubahan tingkat hormon.
  • Para wanita tersebut juga mungkin merasakan satu perubahan dalam hal keinginan atau ketika berhubungan seksual serta kekeringan pada vagina.
  • Wanita tersebut mungkin juga terlalu memikirkan kehilangan rahim dan kemampuan mereka untuk kembali memiliki anak.
  • Adanya perubahan yang drastis tersebut, membuat banyak wanita menjalani terapi penggantian hormon tanpa seizin rumah sakit. Perasaan tertekan atau sedih adalah hal yang normal, namun ada baiknya anda bicarakan semuanya dengan terapis kesehatan metal maupun dokter.

penyembuhan setelah Histerektomi

Saat yang tepat mengungunjungi Dokter

Ada kemungkinan kecil berkembangnya keluhan-keluhan lain seperti infeksi berat, penyumbatan usus, pendarahan setelah operasi, pembekuan darah, cedera saluran kencing, atau masalah yang berkaitan dengan anestesi.

Anda perlu mengunjungi dokter jika anda memiliki keluhan berikut:

  1. Vagina mengering, ada pembengkakan, kemerahan atau seperti sayatan
  2. Meningkatnya rasa sakit
  3. Kesulitan untuk buang air kecil, sering buang air kecil, seperti terbakar pada saat kencing
  4. Muntah atau mual
  5. Demam lebih dari 100 derajat
  6. Pendarahan vagina yang berwarna merah cerah

Baca juga: Penyebab dan pengobatan darah haid banyak dan lama

Ovarium sakit setelah histerektomi: Bagaimana mempercepat pemulihan

Untuk meminimalkan rasa sakit setelah proses histerektomi, Anda membutuhkan waktu pemulihan sekitar 6 minggu dan memperhatikan point-point berikut ini:

  • Sembelit: Sembelit setelah histerektomi sangat tidak nyaman dan mesti dicegah. Anda mesti tetap tehidrasi, kunjungi dokter dan mintalah obat pelunak feses apabila anda mengalami sembelit.
  • Jam kerja: Dengarkan tubuh anda, hindari mengangkat beban berat atau kerja manual yang berhubungan dengannya. Tanpa model kerja seperti ini, kemungkinan anda kembali normal dalam 4-8 minggu.
  • Berkendaraan dengan hati-hati: Berkendaralah dengan perlahan dan selalu kenakan sabuk pengaman. Anda mungkin harus menunggu selama 3-8 minggu sebelum diperbolehkan untuk mengemudi/membawa kendaraan kembali.
  • Lakukan latihan yang tepat: Rumah sakit kemungkinan akan menawarkan rekomendasi olahraga yang tepat. Mungkin berupa jalan kaki, berenang. Hindari terlalu olahraga berlebihan. Lakukan olahraga angkat beban ringan (hanya bila diperlukan) dan melakukannya dengan punggung lurus dan lutut ditekuk. Cara ini sangat baik untuk mengurangi resiko pembekuan darah di kaki.

Artikel terkait: Penyebab susah hamil, Penyakit dan kondisi

  • Seks setelah operasi: Anda tidak mesti melakukan hubungan seks, tunggulah hingga anda benar-benar merasa santai dan nyaman. Mungkin pada awalnya terjadi kekeringan vagian atau hilangnya libido. Tunggulah sekitar 6 minggu sebelum melanjutkan aktivitas seksual normal anda. Gunakan kondom untuk mencegah IMS.
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 − two =