SHARE

Sakit kuning pada bayi baru lahir (neonatal jaundice) tampak sebagai menguningnya kulit dan putih mata (sclera). Ini disebabkan oleh peningkatan jumlah bilirubin pewarna (hiperbilirubinemia). Penyakit kunig biasanya terjadi 2-4 hari setelah lahir dan menghilang pada 1-2 minggu kemudian. Penyakit kuning pada bayi baru lahir biasanya merupakan penyakit yang tidak berbahaya sehingga tidak memerlukan pengobatan. Dalam kasus tertentu, konsentrasi bilirubin yang terlalu tinggi di dalam darah menyebabkan anak membutuhkan pertolongan medis.

sakit kuning pada bayi baru lahir

Seberapa umum penyakit kuning pada bayi baru lahir?

Penyakit kuning adalah keadaan yang paling sering membutuhkan perhatian medis pada bayi yang baru lahir. Sekitar 50% dari anak yang lahir sesuai jangka waktu normal dan 80% dari anak-anak yang lahir sebelum jangka waktu yang ditentukan, menderita sakit kuning selama minggu pertama kehidupan.

Penyebab sakit kuning pada bayi yang baru lahir

Pada kebanyakan anak-anak, penyakit ini adalah hal yang umum dan sakit kuning pada bayi digambarkan sebagai fenomena normal fisiologis. Sakit kuning terjadi ketika ada akumulasi bilirubin di kulit dan selaput lendir. Kejadian yang biasa ini terjadi pada hari kedua atau ketiga setelah lahir. Meningkatnya persentase bilirubin ini disebabkan anak yang baru lahir memiliki jumlah sel darah merah yang tinggi, sementara sel-sel darah merah tersebut memiliki umur yang lebih pendek daripada orang dewasa. Dikarenakan merosotnya jumlah sel darah merah tersebut, kemudian terbentuklah penyakit kuning.

Apa saja gejala penyakit kuning pada bayi baru lahir?

Sebagian besar anak-anak dengan penyakit kuning fisiologis tidak memiliki gejala.

Gejala seperti apa yang harus mendapat perhatian khusus?

Lemah, lesu, kurangnya kemampuan mengisap (menetek) dan sedikit sekali melakukan kontak mata merupakan gejala awal.

Apakah penyakit kuning berbahaya pada bayi baru lahir?

Sekarang ini, penyakit ini tidak berbahaya bila rumah sakit mengikuti pedoman pengobatan yang tepat. Sebagian besar bayi yang baru lahir dengan penyakit kuning memiliki gejala ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kasus di mana tingkat biliburin dalam darah sangat tinggi, dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf. Alasannya adalah bahwa biliburin tidak dapat menembus penghalang darah dari otak da ke jaringan otak. Biliburin dalam jumlah banyak memiliki efek berbahaya pada jaringan saraf yang dapat menyebabkan kernikterus dengan kerusakan otak permanen. Namun sekarang ini, keluhan penyakit ini jarang terjadi.

Hal yang penting dan utama bagi para orangtua/keluarga dan tenaga kesehatan untuk tetap melakukan pengawasan pada bayi baru lahir yang dikeluarkan dari bangsal bersalin lebih awal (sebelum 72 jam), sehingga perkembangan penyakit kuning bisa diawasi.

Apa ciri-ciri khusus dari penyakit kuning itu sendiri?

Seperti yang telah disebutkan, penyakit kuning terlihat pada hari kedua atau ketiga setelah lahir. Gejala tidak akan terlihat pada wajah dan dahi. Penyakit kuning secara bertahap akan terlihat pada tubuh, lengan dan kaki. Kaki adalah tempat terakhir yang berubah menjadi kuning dan tempat pertama di mana warna kuning akan menghilang.

penyakit kuning pada bayi baru lahir

Cara memverifikasi penyakit kuning pada bayi baru lahir

Menggunakan peralatan medis berupa perangkat genggam yang mengeluarkan cahaya untuk kulit dan memeriksa perkiraan tingak bilirubin. Dalam kasus-kasus ringan, hanya membutuhkan pemeriksaan tanpa membutuhkan tes darah. Untuk tingkat yang lebih parah, tes darah harus dilakukan.

Tes medis atau pemeriksaan lain biasanya tidak diperlukan kecuali anak menunjukkan tanda-tanda penyakit lain.

Sebagai tindak pemeriksaan lebih awal, para orangtua diharapkan melakukan tindakan pemeriksaan sederhana pada siang hari dengan memperhatikan bagian putih pada mata.

Cara diagnosis penyakit kuning

Diagnosis dilakukan dengan pengukuran biliburin dalam darah.

Jenis pengobatan untuk penyakit kuning

Sebagian besar tidak membutuhkan pengobatan, karena akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi terkadang terapi bilirubin mungkin diperlukan.

Tiga terapi pengobatan penyakit kuning yang ada saat ini yakni:

  • Fototerapi. Adalah metode terapi pengobatan yang sederhana dan sangat efektif yang memberikan perlindungan segera terhadap efek berbahaya bilirubin pada otak. Lamanya pengobatan bervariasi dari anak ke anak. Pengobatan jenis ini hampir bebas dari efek samping.
  • Gammaglobulin. Metode terapi ini digunakan ketika pengobatan fototerapi dirasa tidak cukup efektif.
  • Transfusi darah. Pengobatan ini dilakukan dengan transfusi darah bayi dengan darah baru, cara ini dapat mencegah kerusakan yang disebabkan level bilirubin yang tinggi.
SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here