SHARE

Menurut durasi dan tingkat keparahan Bronkitis dibedakan menjadi bronkitis akut dan kronis.

Bronkitis akut ditandai dengan gejala dan tanda-tanda kompleks seperti: batuk, demam, kelemahan umum.

Gejala bronkitis akut dan kronis berkembang dengan cepat yakni dalam satu hari atau beberapa hari terdapat peningkatan gejala yaitu batuk menjadi lebih intens dan sering, beberapa waktu kemudian hadir demam tinggi dan sindrom intoksikasi (kelemahan umum, sakit kepala, kelelahan).

Bronkitis kronis, pada kondisi ini bisa ditemukan semua gejala kompleks. Penyakit ini dimanifestasikan terutama pada durasi batuk (minimal 3 bulan setahun atau minimal 2 tahun berturut-turut). Dalam hal ini untuk bronkitis kronis dapat terganggu oleh muncul dan kambuhnya gejala bronkitis akut (dahak berlebihan, demam dan Intoksikasi parah).

Perbedaan Bronkitis akut dan kronisDiagnosis bronkitis

Biasanya, diagnosis bronkitis dilakukan atas dasar keluhan pasien dan pemeriksaan klinis. Namun, dalam beberapa kasus, perlu untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi. Mari kita lihat lebih dekat pada setiap metode diagnostik, nilai dan metode menafsirkan hasil.

Baca juga: Metode pengobatan bronkitis pada ibu hamil

Pemeriksaan klinis. Setelah dokter berbicara dengan Anda tentang pertanyaan dan keluhan dari segi identifikasi, dokter akan melanjutkan ke pemeriksaan klinis. Untuk melakukan ini, Anda harus menanggalkan pakaian dari pinggang ke atas. Hal ini diperlukan untuk pemeriksaan pada bagian dada anda.

Auskultasi, dilakukan dengan alat khusus yaitu stetoskop. Ketika anda menghirup udara melewati saluran udara, menciptakan suara tertentu yang ditangkap oleh stetoskop dan disalurkan melalui sistem tabung fleksibel di telinga dokter.

Melalui pemeriksaan ini dokter dapat mengetahui mengi suara krepitasi paru-paru. Hal ini akan memungkinkan dokter untuk mendiagnosa bronchitis dan membedakan dengan sejumlah penyakit dengan gejala yang sama (TBC, pneumonia, asma bronkial).

Bronkitis terdeteksi dengan suara nafas yang keras (suara yang keluar dari jalur pneumatik) dan jumlah lendir yang berada di saluran napas, yang jelas terdengar seperti suara pecah yang tersebar di jaringan paru-paru.

Artikel terkait: Cara untuk mendiagnosa bronkitis

Pemeriksaan darah. Pemeriksaan dilakukan untuk diagnosis proses infeksi dan peradangan dalam tubuh pasien.

Virus bronkitis menyebabkan penurunan sejumlah sel kekebalan tubuh. Ketika virus bergabung dengan bakteri penyebab infeksi, atau jika bronkitis awalnya disebabkan oleh bakteri, hasil tes darah akan berbeda, hasil tes akan menunjukkan peningkatan jelas neutrofil yang memakan sel darah putih, meningkatnya ESR (sel darah merah).

Ronsen Dada. Hasil ronsen akan menunjukkan penguatan basal (luka) pada bronkus. Bronkus yang lebih besar dan dekat ke garis tengah dada terlihat lebih kontras.

Bronkoskopi biasanya dilakukan pada bronkitis kronis, bila Anda ingin mendiagnosis bentuk bronkitis kronis, sebelumnya tumor intrabronchial harus dibuang terlebih dahulu atau mengeluarkan benda asing dari bronkus.

Baca juga: Apa saja gejala bronkitis pada bayi

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat khusus yaitu bronkoskop. Yang terdiri dari bagian serat optik yang fleksibel yang dimasukkan ke dalam saluran udara atau melalui mulut, laring, trakea dan bronkus. Informasi visual dikirimkan melalui konduktor sistem serat ke penerima dan ditampilkan pada layar secara real time.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here