SHARE

Inhalasi adalah cara paling sederhana dan efektif berdampak langsung pada permukaan yang rusak yakni pada mukosa bronkial. Karena efek dari Inhalasi melakukan pemanasan dan melembabkan dinding bronkus. Hal ini menyebabkan perluasan pembuluh darah yang menyuplai bronkus, yang mengaktifkan proses keluarnya dahak dan penghilangan infeksi (sanitasi pohon bronkial).

Nebulizers merupakan perangkat yang menghasilkan suspensi halus yang tersebar di udara, yang menyediakan sejumlah konsentrasi tetesan kecil yang stabil cairan di udara yang dihirup. Perangkat ini mampu mengontrol temperatur udara yang dihirup, sehingga memungkinkan pasien untuk melakukan inhalasi setiap hari pada waktu tepat.

Obat apa yang dapat digunakan untuk inhalasi bronkitis?

Menghirup perasan bawang merah atau bawang putih. Untuk keperluan inhalasi anda bisa mengolah perasan bawang merah atau bawang putih sebanyak 0, 5 ml di campur dengan 5-10 ml air. Hasil olahan boleh ditempatkan pada nebulizer. Durasi inhalasi sekitar 5 sampai 10 menit.

Inhalasi Alkaline. Untuk persiapan Inhalasi diperlukan larutan basa. Membuat sendiri tidaklah sulit: larutkan ½ baking soda dalam 200 ml air hangat. Adapun anda juga boleh menggunakan air mineral dengan kandungan alkali. Durasi inhalasi 5-10 menit.

Artikel terkait: Cara untuk mendiagnosa bronkitis

Pengobatan antibakteri atau antivirus

Terapi pengobatan ini hanya diberikan dokter spesialis. Alasannya adalah seorang dokter yang berpengalaman sekalipun sulit untuk menentukan faktor penyebab bronkitis (infeksi virus, bakteri atau patologi yang disebabkan oleh polusi udara) tanpa melakukan survei komprehensif.

Berikut ini Yovebi.com menyajikan informasi tentang beberapa obat yang digunakan untuk melawan infeksi bronkial.

Antiviral

Arbidol yaitu obat untuk mencegah penetrasi virus menyerang sel, yang mengarah ke pengurangan infeksi dan mempercepat pemulihan kesehatan pasien. Obat ini juga dapat merangsang produksi interferon, yang memobilisasi sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Artikel terkait: Cara mencegah dan pengobatan bronkitis

Skema obat: Dewasa dosis 0,2 g 3 kali sehari. Lamanya pengobatan aktif 5 hari, diikuti dengan pengobatan jalan 0,2 g 1 kali per minggu (durasi pengobatan pemeliharaan 3-4 minggu).

Saat ini, ada banyak obat antivirus di pasaran yang mampu menghambat replikasi virus (amantadine / rimantadine) dan mencegah penyebarannya di seluruh tubuh (tamiflu). Namun, pengobatan dengan cara ini hanya boleh dengan resep dokter. Karena hanya dokter yang mengerti kemungkinan kontraindikasi serta pemantauan rutin oleh dokter akan mencegah terjadinya efek samping.

Antibiotik untuk bronkitis

Biasanya, bronkitis karena bakteri selau disertai dengan luka pada pohon bronkial. Bahkan jika awalnya penyakit ini disebabkan virus influenza mukosa bronkial, parainfluenza dan rhinovirus, bakteri bronkitis tetap hadir. Untuk pengobatan bronkitis harus selalu lengkap dan berlangsung di bawah pengawasan dokter. Antibiotik secara signifikan dapat mengurangi aktivitas dari infeksi bakteri, hingga menghancurkan bakteri sepenuhnya.

Berikut adalah beberapa skema pengobatan bronkitis dengan antibiotik

Amoksisilin 750 mg, 3 kali sehari, durasi pengobatan setidaknya selama 7 hari.
Midecamycin 0,4 gram, 3 kali per hari dan durasi pengobatan adalah 7-10 hari.

Antipiretik (Obat penurun demam)

Penggunaan antipiretik dalam beberapa kasus perlu mendapat perhatian. Namun, tidak semua orang mengerti fakta bahwa peningkatan suhu tubuh pada bronkitis bukanlah penyakit tambahan, yang harus dilawan tanpa ampun. Anda perlu tahu kalu suhu tubuh yang meningkat pada proses infeksi merupakan reaksi defensif dari sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh mengubah suhu yang bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi.

Akan tetapi, pada beberapa kasus, suhu tubuh yang naik di luar kendali dari sistem saraf pusat, dan suhu yang terlalu tinggi merugikan tubuh.

Baca juga: Apa saja gejala bronkitis pada bayi

Dalam kasus ini, penerapan antipiretik diperlukan.

Biasanya, indikator antipiretik boleh digunakan ketika suhu tubuh sudah mencapai 38,5 derajat. Dalam kebanyakan kasus, kenaikan suhu tubuh lebih dari 38,5 derajat mempengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan gangguan fungsional.

Dosis obat-obatan penurun demam

Paracetamol

Dewasa 500-1000 mg 4-6 kali sehari
Anak: 10-15 mg / kg 4-6 kali per hari

Aspirin

Dewasa: 0,5 (500mg) 3-4 g per hari
Anak: 10 mg / kg 4 kali sehari

Ibuprofen

Dewasa: 400-600 mg tidak lebih 3-4 kali sehari
Anak 10 / kg / hari dalam 2-3 dosis terbagi

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here