Home Kesehatan Wanita Fakta tentang aborsi spontan yang mesti anda ketahui

Fakta tentang aborsi spontan yang mesti anda ketahui

37
0
SHARE

Aborsi spontan berarti kehamilan anda secara tidak sengaja berhenti terlalu cepat sehingga janin tidak dapat bertahan. Di Indonesia kita sering menyebutnya keguguran. Ini biasanya terjadi sebelum minggu ke 12 kehamilan.

Semua wanita  memiliki resiko kehamilan berakhir dengan aborsi spontan. Resiko keguguran adalah 10 hingga 35 persen, semua tergantung pada usia wanita tersebut.

Gejala yang menunjukkan terjadinya aborsi spontan

Gejala keguguran yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah pendarahan abdomen dan nyeri perut.

Pendarahan panggul

Jika Anda sedang hamil dan mengalami pendarahan, segera periksakan ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan ginekologi untuk mengetahui apakah pendarahan berasal dari serviks, leher rahim atau vagina. Dokter juga akan memastikan kondisi saluran serviks. Jika ukuran leher rahim menjadi lebih pendek atau jika saluran serviks terbuka, ini mungkin merupakan indikasi keguguran. Selain itu, dokter akan mengevaluasi ukuran rahim, apakah membengkak atau mengencang. Jika rahim terasa tegang dan anda merasakan nyeri, biasanya aborsi spontan tersebut baru saja terjadi. Namun apabila dokter merasa ragu, Anda akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan ultrasound dengan spesialis atau dirujuk ke rumah sakit.

Pendarahan yang anda alami seperti layaknya masa menstruasi atau bahkan bisa lebih parah dan disertai nyeri perut, nyeri biasanya berada di daerah tulang kemaluan atau menjalar hingga ke punggung. Hal terbaik yang bisa anda lakukan saat ini adalah menghubungi dokter Anda.

Sebagai tambahan, gejala keguguran bisa berupa keluarnya bercak darah kehitaman yang berlangsung beberapa hari. Tapi tidak selamanya gejala ini merupakan awal dari keguguran, banyak pula hal serupa dialami wanita yang pada masa awal kehamilan, ternyata alasannya, tubuh mereka sedang tidak fit. Tapi apapun alasannya, segera periksakan diri Anda.

Ada anggapan dari mereka yang pernah menghadapi ancaman keguguran, mereka merasa lebih aman berlama-lama di rumah sakit dan meninggalkan kegiatan sehari hari. Jika anda berpikiran sama, ini salah!. Tidak ada bukti kalau efek dari aktivitas fisik normal bisa membahayakan kehamilan anda.

Jadi, Anda pembaca artikel ini, tidak perlu takut untuk bangkit dari tempat tidur anda, keguguran tidak akan menghampiri hanya karena kegiatan sehari hari anda. Namun, ini hak anda, sebagian besar wanita biasanya berada di rumah sakit selama mereka masih mengalami perdarahan.

Artikel terkait:

Nyeri perut

  • Jika anda hamil dan merasakan nyeri di perut, harusnya sih anda tidak perlu panik. Meski begitu, hanya dokter yang berwenang menentukan apakah nyeri tersebut berbahaya atau tidak. Nyeri yang anda rasakan biasanya datang dan pergi, atau seperti perasaan yang berat yang terpusat di bagian tengah perut, keluhan anda ini sebenarnya berasal dari isi dari rahim itu sendiri. Tapi, nyeri ini mungkin bisa pertanda kalau anda memiliki infeksi kandung kemih, yang banyak dialami wanita hamil. Hal ini bisa diketahui dengan memeriksakan urin anda, jadi jangan lupa membawa sampel air kencing anda saat berkunjung ke dokter.
  • Apabila nyeri di daerah genital anda bersamaan dengan demam, ini mungkin disebabkan peradangan di rahim. Nyeri pada satu sisi atau di kedua sisi bisa berasal dari tuba falopi atau ovrarium. Bila nyeri perut yang anda rasakan hanya terpusat di satu sisi, mungkin ini merupakan gejala dari kehamilan di luar rahim. Pada kehamilan ektopik, sel telur yang sudah dibuahi menempel di saluran falopi. Kehamilan seperti ini tidak normal. Kehamilan di luar rahim merupakan kondisi yang serius, segera periksakan ke dokter secepat mungkin.

fakta tentang keguguran

Mungkinkah mencegah aborsi spontan?

  • Jika anda memiliki gejala aborsi spontan awal, yaitu sebelum minggu ke 12 masa kehamilan, biasanya keguguran tidak bisa dicegah. Oleh karena itu, informasi yang jelas hanya bisa anda dapatkan dari dokter, apakah anda akan atau sudah mengalami keguguran. Sebagian besar wanita yang mengalami aborsi spontan, janin tersebut sudah lama meninggal atau beberapa belum sempat berkembang menjadi janin.
  • Jika anda mengalami aborsi setelah 7 – 8 minggu usia kehamilan, biasanya anda memerlukan perawatan di rumah sakit dan menjalani kuret. Sisa jaringan yang tertinggal di rahim perlu dibersihkan. Perlu anda mengerti bahwa pada aborsi spontan biasanya tidak membutuhkan kuretase, karena biasanya semua jaringan di rahim akan keluar dengan sendirinya. Tapi demi kemungkinan anda bisa hamil lagi di kemudian hari, semuanya harus dievaluasi oleh dokter.
  • Batas usia kehamilan untuk aborsi adalah 12 minggu kehamilan, jika terjadi akan ditunjukkan dengan pendarahan dan rasa nyeri. Jika usia kehamilan anda mencapai 18 – 20 minggu dan mendapati ciri-ciri diatas, apabila setelah diperiksa janin masih hidup dan aktif, aborsi bisa dicegah. Untuk anda yang sedang menghadapi situasi ini, Anda harus mendapatkan saran dan bimbingan dari dokter.

Bagaimana jika saya pernah berkali-kali mengalami keguguran?

Semakin tua usia kehamilan, semakin besar resiko aborsi spontan terjadi. Penyakit atau kondisi tertentu yang meningkatkan resiko ini, misalnya ada kelainan kromosom pada ibu atau ayah serta penyakit autoimun. Jika anda pernah keguguran tiga kali berturut-turut, anda mungkin ditawarkan untuk diperiksa di rumah sakit. Peristiwa yang anda alami ini dianggap sebagai aborsi habituell (berulang), kemungkinan anda untuk hamil kembali hanya bisa didapatkan dari keterangan dokter.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here