Absence Seizures (Petit Mal) Kejang Mendadak Pada Anak

0 24

Apa itu Absence Seizures (Petit Mal)?

Absence Seizures adalah periode singkat “melamun”. Kejang umumnya mulai dan berakhir tiba-tiba dan hanya berlangsung beberapa detik, tetapi gangguan bisa terjadi puluhan atau bahkan ratusan kali setiap hari. Kejang seperti ini sering terjadi begitu cepat sehingga orang yang memilikinya, serta orang-orang di dekatnya, mungkin tidak menyadari atau melihat sesuatu yang tidak biasa.

Absence Seizures paling sering terjadi pada anak di atas usia 2 tahun, dan jarang dialami setelah usia 20 tahun. Orangtua dan guru mungkin berpikir anak yang mengalami kejang ini sedang melamun atau hanya kurang memperhatikan. Ketika ketiadaan kejang berlangsung, orang itu menatap lurus ke depan. Terkadang tatapan itu disertai dengan gerakan otot-otot yang berirama di sekitar mata. Ketika serangan itu berakhir, pasien akan kembali tepat di periode yang dia tinggalkan.

Beberapa anak-anak, meskipun, memiliki kejang petit mal atipikal, ditandai dengan keterlibatan otot yang lebih intens mirip dengan kejang grand mal dan dengan waktu pemulihan yang lebih lama. Tidak seperti kejang khas, yang penyebabnya jarang ditemukan, Absence Seizures atipikal mungkin terkait dengan beberapa kondisi neurologis lainnya, seperti cacat bawaan pada anatomi otak atau masalah metabolisme yang misalnya berasal dari penyakit hati.

Gejala Absence Seizures (Petit Mal)

Kehilangan kesadaran singkat 10 hingga 30 detik dengan mata atau gerakan otot berirama.

Apa yang dicari dokter

Kebiasaan melamun yang dilaporkan oleh keluarga, pemeriksaan neurologis yang sering tidak mencolok diantara periode; aktivitas gelombang otak abnormal seperti yang ditunjukkan oleh EEG, gambar otak abnormal ditampilkan pada CT scan atau MRI.

Pencegahan

Pastikan anak Anda minum obat yang diresepkan, cukup istirahat, dan pakai gelang medis dengan instruksi perawatan. Orang dewasa dengan kondisi ini juga harus menghindari konsumsi alkohol berlebih.

Kapan waktu yang tepat menghubungi dokter?

Jika anak Anda tampaknya melamun beberapa kali sehari, atau jika kemampuannya untuk belajar tampaknya menurun, berkonsultasilah dengan dokter.

Pengobatan

Petit mal dapat diobati dengan valproate (Depakene), ethosuximide (Zarontin), atau clonazepam (Klonopin). Karena obat apa pun mungkin memiliki efek samping yang tidak diinginkan, penting untuk secara hati-hati mengamati anak untuk memperhatikan gejala seperti kelesuan, pusing, mengantuk, bicara cadel, lekas marah, mual, muntah, kehilangan atau kurangnya koordinasi otot, atau gerakan mata diluar kesadaran.

Baca juga: Waspadai Demensia penyakit gagal fungsi otak

Prognosa

Terapi obat akan mengontrol atau sangat mengurangi serangan petit mal pada sekitar 75 persen pasien. Sekitar 30 persen anak-anak dengan kejang petit mal mampu mengatasi kondisi dan kejang akan berhenti seiring pertumbuhan. Anak-anak dengan kejang ini harus didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari yang normal sebanyak mungkin. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk melihat setiap batasan yang perlu dipahami para orangtua.

Comments
Loading...