Home Saluran pernafasan Alergi tungau debu dan gejala pemicunya

Alergi tungau debu dan gejala pemicunya

46
0
SHARE

Alergi tungau debu merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap protein pada kotoran tungau debu yang menyerang saluran pernafasan (demam dan gejala asma) dan mata. Alergi ini juga bisa memperburuk alergi yang ada sebelumnya, seperti alergi kulit, dsb.

alergi tungau debu dan gejala pemicunya

Tungau debu bisa di temukan di setiap sudut rumah. Mereka ini merupakan hewan mikroskopis yang tumbuh subur di rumah anda. Mereka menyukai keadaan rumah yang lembab dan penuh makanan (misalnya ketombe dari rambut anda). Umumnya tungau debu lebih suka tinggal di tempat tidur. Diperkirakan tempat tidur anda menjadi tempat tinggal 10.000 tungau debu. Bila anda orang yang suka meletakkan bantal di atas hidung, jadi selama ini mungkin ada sudah menghirup seluruh tungau debu yang ada di bantal tersebut.

Keluhan alergi disebabkan tungau debu sering terjadi. Dua jenis tungau debu seperti Dermatophagoides pteronyssinus dan D. farinae adalah penyebabnya.

Kenapa anda bisa terkena alergi tunga debu?

Di dalam kotoran tungan debu, terdapat berbagai macam zat protein. Saat ini dihirup atau bersentuhan dengan kulit atau selaput lendir, tubuh kita merespon dengan membentuk antibodi. Di lain waktu anda bersentuhan dengan alergen yang sama, antibodi akan mengikatnya. Hal ini menyebabkan proses pelepasan zat yang disebut histamin. Zat ini yang bertanggung jawab atas reaksi alergi yang anda rasakan.

Histamin menyebabkan pembengkakan dan iritasi pada saluran pernafasan bagian atas ditambah gejela demam serta asma. Inilah zat yang sama yang menyebabkan ruam atau dermatitis jika alergi terjadi pada kulit. Alergi dan hipersentivitas ini cenderung merupakan gejala turun menurun.

Tidak seperti alergi pada serbuk sari yang bersifat musiman, alergi ini terjadi sepanjang tahun. Ketika tiduran di karpet, anda bisa terkena alergi, duduk di sofa, ketika membersihkan sprei tempat tidur, pokoknya hanya melakukan hal-hal sederhana sekalipun bisa menimbulkan gejala alergi tungau debu.

Apa saja gejala alergi tunga debu?

  • Demam, hidung meler terasa gatal dan bersin
  • Gatal di satu sisi mata, kemudian menjalar ke sisi mata lainnya.
  • Asma (sulit bernafas)
  • Gatal-gatal parah pada kulit

Apa saja yang bisa memicu gejala?

  • Tunga debu di sekitar anda
  • Polusi udara seperti asap rokok
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh (karena obat atau penyakit)

Bagaimana dokter mendiagnosis alergi tungau debu?

Ceritakan semua pada dokter, kapan dan bagaimana awalnya gejala alergi tungau debu anda alami. Tes kulit dan berbagai tes darah akan memastikan diagnosisnya benar.

Saran yovebi.com

Anda harus menghindari sebisa mungkin faktor-faktor penyebab peradangan. Sudahkah orang-orang di sekeliling anda tahu kalau anda sensitive terhadap tungau debu?, akan menjadi keuntungan tersendiri jika Anda bisa mengatur ruangan favorit anda dengan cara berikut ini:

  • Miliki perabotan sesedikit mungkin
  • Jangan gunakan selimut dan jika mungkin lepaskan gordennya
  • Bersihkan dinding, kayu dan lantai dengan kain basah
  • Gunakan karpet yang bisa dicuci setiap minggunya
  • Gunakan alas tempat tidur, sprei, selimut yang bisa sering dicuci. Gunakan bahan yang bersifat sintetis.
  • Gunakan kursi kayu atau plastik. Hindari kursi yang berbahankan atau berlapis kain
  • Jika perlu, gunakan gorden yang terbuat dari plastik, setiap hari, usahakan membersihkan debu yang menempel
  • Gunakan penyedot debu dan kain lembab untuk membersihkan keseluruhan ruangan, sebaiknya setiap hari atau minimal 2 kali seminggu
  • Hindari boneka, bantal, bunga kering, pernak-pernik, mainan yang bersifat mengumpulkan debu
  • Jemur karpet, selimut dan bantal di bawah sinar matahari untuk membunuh tungau debu
  • Jangan ragu untuk menggunakan kasur karet busa yang murah dan menggantinya setiap enam bulan sekali
  • Tungau debu membenci udara kering dan dingin, pastikan untuk membuka jendela atau ventilasi setiap hari, hindari penggunaan pelembab karena hanya akan memperburuk keadaan.
  • Jangan biasakan memakai racun semprot serangga di rumah. Resiko gejala alergi anda akan semakin parah

Artikel terkait:

Saran bagus lainnya

  • Jangan sentuh benda yang sangat berdebu seperti buku tua atau baju tua
  • Semua hewan peliharaan selain ikan tentunya, harus berada di luar ruangan anda
  • Gunakan masker jika ingin berpergian atau memasuki daerah dengan allergen berlebihan
  • Jangan merokok di dalam rumah

bengkak pada kulit karena alergi

Berikut ini ciri-ciri kesehatan tubuh anda semakin merosot:

  • Anda lebih rentan terhadap penyakit pernafasan lainnya
  • Anda lebih rentan terkena infeksi telinga
  • Anda mengalami masalah tidur dan kelelahan kronis
  • Asma semakin memburuk

Prognosis penyakit

Jika anda memiliki alergi tungau debu, hindari sebisa mungkin allergen penyebab alergi. Beberapa allergen tersebut menyebabkan peningkatan atau memperparah resiko asma.

Trik paling mujarab untuk melawan alergi tungau debu sudah dijelaskan di atas. Gejalanya bisa dikurangi dengan menjalani pengobatan, namun tetap saja sensitifitas anda tersebut tidak bisa dihilangkan. Jika alergi tungau debu adalah satu-satunya gejala alergi yang anda miliki, cobalah pengobatan hiposensitisasi (vaksinasi terhadap tungau debu). Hal ini dilakukan dengan pemberian suntikan dengan dosis meningkat untuk jangka waktu hingga 5 tahun.

Obat apa yang bisa membantu alergi?

  • Antihistamin (penghambat hipersensitivitas) dalam bentuk tablet atau injeksi, untuk mengurangi reaksi sensitivitas pada gejala ringan sampai berat.
  • Chromoglycate (Allergic Inhibitors), Antihistamin (penghambat hipersensitivitas) dan inhibitor pelepasan mukosa saja dan dikombinasikan untuk gejala ringan sampai berat atau dengan agen lainnya.
  • Kortikosteroid adrenal (pembengkakan pembengkakan) pada gejala ringan sampai berat atau dengan agen lainnya.

Pengoban alergi adiktif (hiposensitisasi) terhadap zat hipersensivitas yang dilakukan melalui pemberian suntikan sejumlah kecil zat penyebab hipersensitivitas. Cara ini dapat mencegah sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi histamin dalam jumlah banyak. Metode perawatan ini dapat bertahan lama.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here