Business is booming.

Alkoholisme: Gejala, Pengobatan dan Penyebab

0 37

Alkoholisme adalah ketergantungan individu terhadap alkohol, yang dianggap sebagai penyakit oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Penggunaan minuman beralkohol yang terus-menerus, tidak terkendali dan progresif dapat secara serius membahayakan fungsi tubuh yang tepat, yang menyebabkan konsekuensi ireversibel (yang tak dapat dirubah).

Orang yang memiliki ketergantungan pada alkohol, selain membahayakan hidupnya sendiri, pada akhirnya akan mempengaruhi keluarga, teman dan rekan kerjanya.

alkoholisme dan pengobatan

Apa itu penyalahgunaan alkohol?

Penyalahgunaan alkohol berbeda dengan alkoholisme karena tidak termasuk dorongan tak terkendali untuk minum, kehilangan kendali atau ketergantungan fisik. Adapun penyalahgunaan alkohol adalah kebutuhan untuk meningkatkan jumlah alkohol untuk merasakan efek yang sama seperti sebelumnya.

Gejala Alkoholisme

Kata alkoholisme diketahui semua orang. Tapi sedikit yang tahu persis apa artinya. Jadi perhatikan penjelasan berikut.

Alkoholisme yang juga dikenal sebagai “sindrom ketergantungan alkohol,” adalah penyakit yang berkembang setelah penggunaan alkohol secara berulang, biasanya terkait dengan gejala berikut (yang tidak harus terjadi bersamaan):

  • Paksaan: kebutuhan kuat atau dorongan tak terkendali untuk minum
  • Kesulitan mengendalikan konsumsi: tidak bisa berhenti minum sejak tegukan pertama
  • Gejala penarikan fisik, seperti mual, berkeringat, tremor dan cemas, saat berhenti minum
  • Toleransi: kebutuhan untuk dosis tinggi alkohol untuk mencapai efek yang sama diperoleh dari dosis rendah yang sebelumnya atau alkohol kurang efeknya jika dengan dosis yang sama.

Diagnosa Alkoholisme

  • Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda harus menurunkan konsumsi alkohol Anda?
  • Apakah ada yang pernah mengkritik Anda atas kebiasaan anda tersebut?
  • Pernahkah Anda merasa bersalah atau bersalah karena minum alkohol?
  • Apakah ketika terbangun di pagi hari dan hal pertama yang Anda lakukan adalah minum alkohol, karena Anda merasa lebih baik dengannya?

Bahkan jika semua jawabannya tidak, disarankan agar Anda mencari bantuan profesional kesehatan saat situasi terjadi dimana alkohol mempengaruhi rutinitas, akademik atau jam kerja dan hubungan pribadi secara negatif.

Jika semua jawabannya “Ya”, sepertinya disini Anda memiliki masalah. Bagaimanapun, penting untuk pergi ke psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. Mereka dapat membantu menentukan apakah Anda memiliki masalah dengan minuman tersebut dan jika Anda memilikinya, mereka mungkin merekomendasikan aturan minum alkohol yang terbaik.

Pengobatan Alkoholisme

Keputusan untuk meminta bantuan

Ketika menyadari bahwa Anda memerlukan bantuan orang lain guna menghadapi masalah alkoholisme Anda tersebut, mungkin tidak mudah. Namun, perlu diingat bahwa semakin cepat bantuan datang, semakin besar peluang pemulihan diri Anda.

Dalam masyarakat kita, ada pendapat bahwa masalah dengan alkohol adalah tanda kelemahan moral. Bila berdasarkan kalimat tersebut, Anda mungkin menemukan bahwa dengan mencari pertolongan sama saja dengan mengakui beberapa kekurangan, dimana pengakuan ini akan membuat Anda malu. Namun, alkoholisme adalah penyakit seperti lainnya. Akan tetapi ingatlah, berhenti mengkonsumsi alkohol memiliki kompensasi yang sangat besar, kesempatan untuk hidup dengan jaminan kesehatan tubuh yang lebih besar.

Saat berbicara dengan dokter tentang masalah penggunaan alkohol tersebut, cobalah untuk bersikap seadil dan sejujur mungkin. Hal ini diperlukan agar dokter bisa menilai apakah Anda mengalami masalah dengan alkohol atau tidak. Anda mungkin saja lulus ujian fisik. Jika dokter menyimpulkan bahwa Anda bergantung pada alkohol, dokter harus merekomendasikan agar Anda mendatangi spesialis untuk mengobati alkoholisme, yang akan menjelaskan dan menunjukkan pengobatan yang paling tepat.

Pengobatan

Proses jalannya pengobatan tergantung pada tingkat ketergantungan individu dan sumber daya yang ada di masyarakat.

Pengobatan bisa termasuk:

  • Detoksifikasi (proses penarikan alkohol dari seseorang dengan aman),
  • Penggunaan obat-obatan, sehingga rasa alkohol berubah menjadi tidak enak, atau untuk mengurangi paksaan mengkonsumsi alkoho
  • Konseling, untuk membantu orang tersebut mengidentifikasi situasi dan perasaan yang mengarahkan dirinya pada kebutuhan untuk minum, dan untuk membangun cara baru untuk menghadapi situasi seperti itu.
  • Perawatan bisa dilakukan di rumah sakit, di rumah atau di klinik rawat jalan.

Keterlibatan dan dukungan keluarga sangat penting untuk proses pemulihan. Banyak program  pengobatan yang menawarkan konseling perkawinan dan terapi keluarga sebagai bagian dari proses pengobatan.

Baca juga

Alkoholik Anonim

Hampir semua program perawatan alkohol juga mencakup pertemuan Alcoholics Anonymous (AA), yang deskripsinya “sebuah komunitas pria dan wanita di seluruh dunia yang saling membantu anggotanya untuk berubah. Sementara AA umumnya diakui sebagai program yang efektif untuk membantu pecandu alkohol, tidak semua orang merespons secara positif gaya dan pesan yang disampaikan AA, serta pendekatan lainnya yang mereka tawarkan. Bahkan mereka yang telah mendapatkan pertolongan dari AA biasanya menyadari bahwa proses pemulihan paling baik yaitu yang dikombinasikan dengan metode perawatan lainnya, termasuk konseling dan perawatan medis.

Apakah alkoholisme bisa disembuhkan?

Meski alkoholisme adalah penyakit yang bisa diobati, akan tetapi obat resminya belum ditemukan. Ini berarti bahwa jika seseorang yang pernah menjadi pecandu alkohol untuk waktu yang lama, dia rentan untuk mengulanginya kembali. Oleh karena itu setiap alkohol harus dihindari dalam jumlah apapun. “Mengurangi” mengkonsumsi alkohol hanya memperlambat datangnya masalah, Metode tersebut tidak cukup, sama sekali tidak mengkonsumsi alkohol diperlukan agar proses pemulihan Anda bisa berhasil.

Relaps (kambuh) sangat umum terjadi. Tapi tidak berarti bahwa orang tersebut telah gagal atau tidak akan pulih dari alkoholisme. Jika terjadi kekambuhan, sangat penting agar Anda tetap fokus pada tujuan dan mempertahankan dukungan yang diperlukan agar tidak mengulang dari awal.

Membantu penyalahgunaan alkohol

Jika dokter menyebutkan bahwa Anda tidak bergantung pada alkohol tetapi terlibat dalam pola penyalahgunaan alkohol, cara dibawah ini bisa membantu Anda:

  • Cari tahu manfaat berhenti minum alkohol dan risikonya jika meneruskannya.
  • Cari tahu situasi seperti apa saja yang memicu pola tidak sehat tersebut, dan kembangkan cara baru untuk mengatasi situasi tersebut.

Beberapa orang yang berhenti minum setelah mengalami masalah terkait alkohol pergi ke AA untuk mendapatkan informasi serta dukungan meskipun mereka bukan seorang pecandu lagi.

Obat untuk Alkoholisme

Obat yang paling sering digunakan untuk pengobatan alkoholisme adalah:

  • Dissulfiram, juga dikenal sebagai anti-etanol, adalah obat yang dikenal dengan efeknya yang tidak enak. Artinya, jika Anda menggunakannya bersamaan dengan alkohol, Anda mungkin mengalami mual, muntah.
  • Naltrexone: obat yang dikembangkan untuk pengobatan tambahan ketergantungan alkohol yang bekerja pada sistem opioid, menghalangi efek penghargaan yang mencegah kambuh.
  • Acamprosate: obat yang bertindak sebagai antagonis reseptor glutamaterggi, mengurangi gejala penarikan alkohol.

Hanya dokter yang bisa memberi tahu obat mana yang paling sesuai untuk kasus Anda, dan juga dosis dan durasi perawatan yang benar. Ikuti selalu petunjuk dokter dengan seksama dan jangan sekali-sekali mempraktikkannya sendiri. Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda, dan jangan mengubah dosis yang ditentukan.

Kemungkinan Komplikasi

Efek alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan dan berlanjut, meningkatkan risiko komplikasi kesehatan. Efek alkohol pada masing-masing individu berbeda dan bergantung pada sejumlah faktor, bahkan bila dikonsumsi dalam jumlah yang sama. Selain itu, meskipun konsumsi alkohol ringan hingga sedang – sampai satu atau dua dosis per hari, dan berhenti setidaknya dua hari dalam satu minggu dan tidak melebihi batas ini, dapat berkontribusi pada pengurangan risiko penyakit kardiovaskular, sedangkan jumlah yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Alkoholisme menyiratkan peningkatan risiko berbagai komplikasi kesehatan seperti penyakit hati, masalah gastrointestinal, pankreatitis, neuropati perifer, masalah kardiovaskular, kerusakan otak, gangguan imunologis, anemia, osteoporosis dan kanker. Perlu diingat bahwa bagi sebagian orang, menurut usia, jenis kelamin dan aspek kesehatan individu, konsumsi minuman beralkohol yang terus-menerus dan selama bertahun-tahun, bahkan jika tidak didiagnosis sebagai alkoholisme, mungkin bisa terkena dengan penyakit yang disebutkan.

Bahaya alkohol

Meski diterima oleh masyarakat, alkohol menawarkan sejumlah bahaya bagi anda dan orang-orang yang terdekat. Untuk alasan ini konsumsi alkohol yang berlebihan adalah masalah kesehatan masyarakat. Penyebab dari kecelakaan lalu lintas, perilaku antisosial, kekerasan dalam rumah tangga, hubungan yang rusak dan masalah di tempat kerja berasal dari penggunaan alkohol yang berlebihan.

You might also like