Bayi prematur: gejala, perawatan dan penyebab

0 19

Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan 36 minggu dan enam hari masa kehamilan juga bisa disebut prematur. Sekitar 8, 2% kelahiran di Indonesia adalah premature.

bayi prematur dan kesehatannya

Jenis

Secara umum bayi prematur diklasifikasikan menurut usia kehamilan:

  • Batas bayi prematur: lahir antara 37 dan 38 minggu
  • Bayi prematur sedang: lahir antara 31 dan 36 minggu
  • Bayi prematur yang ekstrem: lahir antara 24 dan 30 minggu.

Semakin besar prematuritas bayi, semakin besar risiko terhadap kesehatannya, karena hal ini disebabkan tubuh bayi belum berkembang sepenuhnya.

Penyebab

Penyebab kelahiran bayi prematur pada umumnya adalah kondisi si Ibu itu sendiri. Diantaranya, yang bisa kita soroti yakni:

  • Infeksi saluran kencing
  • Pre eklampsia
  • Abrupsi plasenta
  • Gestational diabetes
  • Gangguan tiroid
  • Infeksi kongenital seperti toksoplasmosis, sitomegalovirus, sifilis, AIDS
  • Penggunaan minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

Namun, beberapa kondisi bayi juga bisa menyebabkan kelahiran bayi prematur. Beberapa di antaranya:

  • Malformasi janin
  • Adanya sindrom genetik.

Gejala Bayi Prematur

Bayi premature ukurannya jauh lebih kecil daripada bayi dengan kondisi normal. Secara umum ukurannya kurang dari 46 sentimeter dan beratnya kurang dari 2,5 kilogram, namun ada pula beratnya hanya 1 kg. Masih dalam karakteristik fisik, bayi prematur menampilkan:

  • Kepala besar tidak proporsional
  • Anggota tubuh lebih tipis, karena mereka memiliki sedikit timbunan lemak
  • Postur tubuh lebih lembek, karena otot-ototnya belum memiliki kecenderungan fleksi pada tungkai
  • Kulit lebih tipis, mungkin anda bisa melihat beberapa pembuluh darah
  • Organ kelamin tidak terbentuk sempurna.

Bayi prematur juga sering mengalami kesulitan dalam menjaga panas tubuh, karena tidak memiliki banyak simpanan lemak dalam tubuh.

Komplikasi pernapasan biasa terjadi pada bayi prematur, dan bahkan mungkin mengalami sindrom gangguan pernapasan. Bayi-bayi ini mungkin juga kurang refleks dalam mengisap dan menelan, sehingga sulit diberikan ASI ataupun susu formula.

Namun, karakteristik ini bervariasi sesuai dengan tingkat prematuritas anak.

Baca juga:

Diagnosis bayi prematur

Selama masa gestasi, ginekolog menghitung waktu kehamilan dari hari menstruasi terakhir dan dengan cara ini dia memperkirakan tahap akhir kehamilan wanita tersebut.

Jika anak lahir sebelum 37 minggu berakhir, ini sudah dianggap bayi prematur. Dokter kemudian akan melihat karakteristik anak ini dan mencari cara terbaik untuk melakukan perawatan.

 Untuk melakukannya, dokter mungkin melakukan beberapa tes, seperti:

  • Memeriksa kadar oksigen darah
  • Kadar glukosa serum, kalsium dan bilirubin
  • Rontgen dada
  • Pemantauan nafas dan detak jantung
  • Ultrasound, untuk memeriksa organ dalam bayi
  • Ekokardiogram
  • Pemeriksaan penglihatan, karena salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah retinopati prematuritas.

Perawatan bayi prematur

Secara umum, bayi yang lahir sebelum waktunya harus ditempatkan di Unit Perawatan Intensif Neonatal di rumah sakit, dengan peralatan untuk memantau perkembangan kesehatan mereka. Di ruangan ini, anak Anda akan menjalani prosedur seperti:

  • Bayi prematur akan ditempatkan di inkubator, yang akan membantu menjaga suhu tubuh tetap ideal
  • Akan ada pemantauan terus menerus pada tanda vital bayi prematur, seperti tekanan darah, detak jantung dan pernapasan
  • Bayi prematur mungkin akan mendapat makanan intravena atau ASI yang diberikan kepadanya melalui tabung yang masuk melalui hidung dan masuk ke perut, sampai bayi memiliki refleks mengisap dan menelan.
  • Tingkat sodium, kalium dan cairan pada tubuh bayi prematur juga akan dipantau sehingga bisa diisi ulang sesuai kebutuhan anak.
  • Seringkali bayi prematur perlu menerima transfusi darah karena mungkin tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi sel darah merahnya sendiri.

Dia mungkin juga perlu minum obat atau bahkan menjalani operasi, tergantung pada komplikasi yang mungkin dia kembangkan.

Saat bayi prematur ada di Unit Neonatal, ia akan dirawat penuh oleh tim profesional kesehatan. Saat Anda berhubungan dengan para ahli ini, Anda dapat mengajukan sejumlah pertanyaan tentang bayi prematur, seperti:

  • Bagaimana kondisi bayi saya? Apakah ada perubahan?
  • Bagaimana proses kerja alat-alat ini sehinggga bisa membantu bayi saya?
  • Apakah bayi saya minum obat?
  • Tes macam apakah yang harus dilakukan bayi saya?
  • Bagaimana cara menggendong bayi saya? Bisakah Anda menunjukkannya?
  • Berapa lama bayi saya terus diberi makan melalui selang?
  • Kapan saya bisa menyusuinya?
  • Siapa yang harus saya hubungi jika saya memiliki pertanyaan tentang cara merawat bayi saya?
  • Dapatkah saya membawa selimut atau foto keluarga saya ke inkubator anak saya?
  • Apa ada yang bisa saya bantu saat bayi saya saat berada di Unit Perawatan Intensif Neonatal?
  • Kapan bayi saya bisa pulang?
  • Apa yang perlu saya ketahui tentang langkah-langkah merawat bayi saya begitu dia berada di rumah?
  • Seberapa sering saya melakukan kunjungan balik setelah keluar?

Bila bayi dalam keadaan sehat, stabil dan beratnya lebih dari 2 kilo, maka ia dapat menerima semua vaksin yang diperlukan.

Secara umum, bayi bisa pulang setelah memenuhi persyaratan berikut:

  • Bernapas tanpa bantuan
  • Suhu tubuh stabil
  • Mampu menyusu pada payudara ibu atau pada botol
  • Berat badan naik
  • Tidak memiliki infeksi

Prognosis

Bayi prematur membutuhkan banyak perawatan di rumah, terutama di bulan-bulan pertama. Secara umum, staf medis akan memandu Anda tentang bagaimana perawatan perlu dilakukan dan penting bagi Anda untuk menanyakan hal-hal yang kurang Anda pahami. Memahami apa saja gejala keadaan darurat medis juga penting.

Berikut ini poin penting perhatian dan perawatan bayi prematur di rumah:

  • Pemberian makanan: Banyak bayi prematur memerlukan suplementasi, baik dengan ASI atau dengan susu formula. Mengetahui seberapa sering dan seberapa banyak memberi makan juga penting.
  • Perlindungan Kesehatan: Menghindari tempat-tempat yang ramai dan memastikan bahwa orang-orang yang bersentuhan dengan bayi Anda mencuci tangan terlebih dahulu adalah cara yang baik untuk mencegah infeksi, karena bayi prematur lebih rentan terhadapnya. Infeksi pernafasan adalah yang paling umum, jadi lazim baginya untuk menerima imunoglobulin yang disebut palivizumab, yang melindungi dari virus sinsitial pernafasan.
  • Kunjungan ke dokter: kunjungan ke dokter anak dan profesional kesehatan lainnya yang menangani bayi Anda harus dilakukan dengan frekuensi yang benar, yang pada awalnya dapat mencapai frekuensi mingguan atau dua mingguan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur bisa dipantau.
  • Jadwal vaksinasi: Bayi prematur harus mengikuti vaksinasi, yang akan dipandu oleh dokter anak.

Kemungkinan Komplikasi

Bayi prematur bisa mengalami serangkaian komplikasi sesuai dengan tingkat prematuritasnya.

Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Penyakit kuning

Disebabkan oleh bilirubin, zat warna yang sama yang dihasilkan dalam empedu dan tetap berada di plasma sampai dikeluarkan bersamaan dengan air kencing.

Bilirubin terbentuk dari kematian beberapa sel darah merah, yang terjadi setiap hari. Sel darah mati ini dikeluarkan dari peredaran darah oleh hati, yang dari sini kemudian membentuk bilirubin, yang nantinya akan dibuang oleh tubuh itu sendiri. Namun, kadangkala akumulasi zat ini bisa terjadi di dalam tubuh, menyebabkan penyakit kuning.

Pada bayi prematur, hal inidapat menyebabkan komplikasi seperti ensefalopati bilirubin, yang menyebabkan kelesuan, hipotonia, demam dan kejang. Komplikasi ini diobati dengan metode fototerapi (pengobatan dengan cahaya). Bayi dengan sakit kuning juga memiliki hiperglikemia atau hipoglikemia, anemia, disfungsi ginjal, hernia inguinalis.

Retinopati prematuritas

Masalah pada pembuluh darah retina ini tidak hanya pada prematuritas, tapi juga untuk bayi dengan berat lahir rendah. Di pembuluh darah tidak ada suplai darah yang cukup untuk retina anak. Jika anak tidak didiagnosis dan dirawat dengan benar (dengan teknik seperti krioterapi), hal ini dapat menyebabkan ablasio retina dan bahkan kebutaan masa kecil.

Apnea

Apnea adalah serangan pernafasan dan pada kasus bayi prematur, hal ini bisa terjadi karena sistem pernafasan tidak cukup berkembang atau karena komplikasi prematur lainnya, seperti kejang. Serangan  berlangsung antara 15 dan 20 detik, yang  bisa menyebabkan cedera di sistem saraf pusat.

Masalah kardiovaskular

Bayi prematur mungkin mengalami masalah dengan hipotensi, yaitu tekanan darah rendah, dan duktus arteriosus persisten, yaitu yang menghubungkan jantung ke aorta tidak tertutup. Aorta tidak tertutup ini nantinya akan menutup dirinya sendiri, sehingga jika tidak diobati kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung.

Harapan

Setelah lahir, akan sulit untuk memprediksi seberapa sehat bayi prematur. Secara umum, setelah fase yang benar setelah dilahirkan, kemungkinan hidup sehat lebih besar. Umumnya bayi prematur dan moderat (lahir setelah setidaknya 32 minggu masa kehamilan) kondisi bayi akan sehat setelah dilahirkan.

Bayi yang lahir sebelum 26 minggu atau dengan berat kurang dari 1 kilogram cenderung memiliki masalah dengan kognisi, gangguan akamedik serta cerebral palsy.

Pencegahan

Beberapa kebiasaan anda dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Lihat apa saja dan bagaimana cara menghindarinya:

Merokok

Inilah salah satu kebiasaan wanita hamil yang paling dikritik. Merokok merusak sirkulasi uteroplasenta yang menyebabkan kurang oksigenasi janin. Terbatasnya oksigen pada janin menyebabkan pertumbuhannya menjadi lebih terbatas, yang menyebabkan gangguan kehamilan yang prematur, artinya wanita tersebut melahirkan sebelum waktunya. Selain itu, tembakau mengurangi faktor inaktivasi yang terlibat dalam permulaan dan perkembangan persalinan, mempercepat keseluruhan proses. Merokok merupakan faktor risiko penyebab kelahiran prematur ketika kebiasaan ini berlanjut selama sembilan bulan. Seorang wanita perokok dan mengetahui mereka hamil tapi segera berhenti di awal kehamilan tidak akan mengalami risiko yang sama.

Malnutrisi

Calon ibu yang tidak mendapatkan asupan gizi dengan benar selama kehamilan juga membuat bayi mereka berisiko. Apalagi bila ada kasus anemia selama periode tersebut. Bila Anda hanya mengkonsumsi sedikit nutrisi penting, Anda tidak hanya menyakiti diri sendiri, tapi juga bayi. Hal ini meningkatkan risiko gagal janin dan kematian, yang menyebabkan aborsi. Nutrisi seperti asam folat, vitamin C, kalsium, magnesium, potassium, zat besi dianggap penting untuk kesehatan wanita hamil dan janin.

Kegemukan

Di sisi lain, wanita gemuk juga berisiko mengalami gangguan masa gestasi. Dalam kasus ini, kerusakan lebih besar jika Anda memiliki indeks massa tubuh (BMI) jauh di atas yang dianjurkan sebelum kehamilan. Ada risiko yang lebih besar dari kondisi umum seperti diabetes dan hipertensi, yang berkontribusi pada prematuritas. Tekanan darah tinggi, misalnya, menyebabkan penuaan dini pada plasenta, mencegah masuknya nutrisi bagi bayi.

Alkohol

Alkohol juga tidak baik selama kehamilan. Mekanisme spesifik bagaimana alkohol menyebabkan persalinan prematur tidak diketahui pasti, namun selain meningkatkan risiko infeksi, mekanisme ini menyebabkan abrupsi plasenta prematur. Seakan tidak cukup, macronutrient ini diteruskan langsung ke janin di plasenta, menyebabkan janin memiliki semua efek buruk alkohol pada sistem peredaran darah.

Stres

Kebiasaan menyimpan stres hanya membuat risiko kehamilan lebih buruk. Dan kebiasaan ini berdampak pada hormon. Peningkatan noradrenalin dan kortisol yang ada dalam kasus stress ini, memicu kontraksi rahim. Karena zat ini terkait langsung dengan proses hormonal persalinan. Untuk alasan ini, Anda perlu beristirahat sejenak, berlatih aktivitas fisik dan merawat diri sendiri.

Artikel terkait:

Dehidrasi

Kurangnya cairan ketuban juga bisa menyebabkan kelahiran prematur, karena ini adalah kondisi yang menghambat perkembangan janin, seperti perkembangan paru-paru, misalnya. Seringkali pengurangan ini terjadi karena beberapa masalah dalam pertukaran nutrisi antara ibu dan bayi. Tapi mengkonsumsi sedikit air juga bisa menyebabkan kurangnya air ketuban. Mengkonsumsi 2 sampai 3 liter air per hari bisa menghindarkan Anda dari masalah ini.

Penyalahgunaan gula

Selama masa gestasi, plasenta menghasilkan hormon yang menghalangi kerja insulin dalam tubuh, yakni hormon yang bekerja untuk menghilangkan glukosa dari darah. Hal ini dapat menghasilkan gangguan kesehatan yang disebut diabetes gestasional, dan mengkonsumsi sejumlah besar gula sama sekali tidak membantu dalam mencegah masalah. Dipercaya bahwa kelebihan glukosa ini menyebabkan peningkatan ukuran janin dan cairan ketuban, menyebabkan perpanjangan rahim. Saat otot-otot ini berkembang pesat, bisa memicu persalinan lebih awal, tapi ini baru sebatas teori.

Comments
Loading...