Home Penyakit Hormonal Diabetes, musuh dalam selimut

Diabetes, musuh dalam selimut

414
2
SHARE

Diabetes, musuh dalam selimut. Apa itu diabetes dan kenapa kita harus takut kepadanya?

Diabetes, musuh dalam selimutDiabetes merupakan kondisi yan dicirikan dengan meningkatnya glukosa darah (gula darah). Pada beberap kasus, penyakit ini hadir begitu saja tanpa tanda dan gejala. Ketika gejala diabetes terlihat pada seseorang, biasanya kondisi kesehatannya sudah parah atau komplikasi (setelah bertahun-tahun berkembang secara diam-diam).

Komplikasi microvascular (pembuluh darah terkecil) menyebabkan resiko kebutaan, diabetes retinopathy, diabetic neuropathy, resiko amputasi, menyebabkan kerusakan ginjal, sedangkan macrovascular  dapat menyebabkan myocardial infarction (penyumbatan suplai darah, stroke.

Oleh karena itu, deteksi awal akan kehadiran penyakit ini sangatlah penting. Untuk mendeteksi, seorang pathology memerlukan tes darah (glukosa darah); terkadang membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan OGTT (oral glucose tolerance test) dan glycosylated hemoglobin (tes darah yang menunjukkan kadar glukosa darah rata-rata dalam 6-8 minggu terakhir).

Siapa saja yang harus melakukan tes ini?

Pertama, untuk setiap orang yang berusia 45 tahun keatas. Kemudian dilanjutkan untuk seseorang yang berusia 45 tahun kebawah dengan berat badan yang tidak normal, sejara diabetes pada keluarga, memiliki lemak darah yang tinggi, wanita dengan diabetes gestasional selama kehamilan.

Setiap glukosa darah yang telah melebih batas normal merupakan tanda dan peringatan untuk pradiabetes yaitu resiko terkena diabetes.

Bagaimana mencegah agar tidak terkena penyakit diabetes?

Yang pertama sekali harus anda lakukan adalah mengubah pola makan anda, ini berarti :

  • Meningkatkan jumlah serat dalam diet anda meliputi sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, pasta, nasi merah dan roti)
  • Mengurangi asupan lemak hewan seperti lemak ayam, kalkun, daging sapi digantikan dengan sering mengkonsumsi susu rendah lemak
  • Meningkatkan asupan omega 3 asam lemak yang bisa didapatkan dari ikan
  • Hindari makanan cepat saji yang kaya lemak jenuh dan karbohidrat olahan
  • Kurangi konsumsi yang manis-manis dan produk olahan lainnya dan menggantikannya dengan buah-buahan, kacang-kacangan, almond dan manisan buah
  • Tanamkan gaya hidup yang seimbang
  • Mengurangi porsi makanan (bila perlu).

artikel terkait: Cara mudah mengurangi kalori pada makanan

Bagian penting lainnya yaitu, kurangi berat badan minimal 7% dari berat saat ini (untuk orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas).

Usahakan agar tubuh bergerak, boleh dalam bentuk apapun setidaknya 30 menit sehari (contohnya berjalan kaki).

Olahraga memainkan peran penting dalam hal mengontrol berat badan serta peningkatan kontrol glikemik dan resistensi terhadap insulin. Sebuah gaya hidup yang sehat terdiri dari diet yang seimbang, tidak berlebihan, olahraga dan kontrol berat badan merupakan cara mencegah diabetes tipe 2.

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here