Home Kesehatan Wanita Gejala penyebab dan pengobatan endometriosis

Gejala penyebab dan pengobatan endometriosis

755
0
SHARE

Gejala penyebab dan pengobatan endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang ada di rahim, tumbuh di bagian lain dari tubuh, mungkin ovarium, saluran tuba, rahim bagian luar, usus atau organ internal lainnya. Dimulai karena adanya perubahan hormon selama siklus menstruasi, jaringan ini hancur dan dapat menyebabkan luka pada jaringan, sehingga endometriosis lebih sering disebut penyakit hormonal. Setiap wanita akan mengalami gejala endometriosis yang berbeda satu dan lainnya.

gejala endometriosis

Gejala endometriosis

Nyeri sebelum, selama atau setelah menstruasi adalah gejala yang paling umum dari endometriosis.

Pada beberapa wanita, nyeri dapat pula dirasakan selama atau setelah hubungan seksual, saat buang air besar atau buang air kecil. Kadang-kadang endometriosis menyebabkan nyeri kronis pada panggul dan punggung bagian bawah. Namun, umumnya wanita dengan endometriosis hanya mengalami gejala ringan bahkan tanpa keluhan sama sekali. Semua gejala tersebut berhubungan dengan lokasi endometriosis berada.

Kebanyakan wanita merasakan sakit yang sedang dan kuat selama periode menstruasi. Kondisi yang mengganggu ini biasanya bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit. Tapi jika rasa sakit berlangsung hingga lebih dari dua hari, atau tidak kunjung berakhir meski menstruasi telah selesai, pertimbangkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Endometriosis juga bisa menyebabkan rasa sakit di punggung bagian bawah.

Endometriosis dan Infertilitas

Kadang-kadang, gejala atau gangguan satu-satunya yang disebabkan endometriosis pada wanita adalah masalah kehamilan. Bekas luka yang disebabkan jaringan endometriosis mungkin yang bersalah disini. Kabar baik untuk anda adalah, dengan prosedur medis yang efektif untuk mengatasi ketidaksuburan dan kehamilan itu sendiri mampu mengurangi beberapa gejala endometriosis.

Perbedaan endometriosis dan Fibroid

Endometriosis merupakan salah satu alasan penyebab nyeri haid yang berat. Meski demikian, rasa sakit yang sama dapat pula disebabkan oleh penyakit lain, seperti Fibroid. Fibroid merupakan jaringan non kanker yang tumbuh pada otot rahim. Fibroid bisa menyebabkan keluhan kram hebat dan pendarahan berat saat menstruasi.

Penyebab Endometriosis

Dunia pengobatan modern belum tahu sepenuhnya mengapa jaringan endometrium bisa tumbuh di luar rahim. Akan tetapi beberapa teori menyebutkan:

  • Faktor keturunan dan kemungkinan beberapa sel endometrium mungkin hadir sejak seorang wanita dilahirkan.
  • Sel bisa berpindah ke bagian panggul selama periode menstruasi berlangsung, proses tersebut di bantu oleh darah atau ketika seorang wanita menjalani operasi, seperti operasi caesar.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, sehingga tubuh tidak mampu mengeliminasi kehadiran sel-sel asing seperti endometrium.
  • Bentuk dan struktur saluran tuba yang dimiliki seorang wanita.

Siapa yang berisiko terkena endometriosis

Endometriosis lebih sering dialami wanita yang memiliki:

  • Usia 30 hingga 40 tahun
  • Tidak memiliki anak
  • Menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari
  • Siklus haid lebih pendek dari 28 hari
  • Menstruasi pertama di usia 12 tahun
  • Anggota keluarga seperti ibu atau saudara perempuan dengan endrometriosis

Bagi kebanyakan wanita, gangguan endometriosis akan surut seiring memasuki menopause. Pada beberapa kasus, gejala endometriosis bisa hilang begitu saja tanpa campur tangan medis.

Diagnosis endometriosis

Lakukan kunjungan ke dokter kandungan, susunlah gambaran gejala-gejala yang anda rasakan yang nantinya dapat membantu proses diagnosis dan dapat membantu untuk mengidentifikasi endometriosis.

gejala penyebab dan pengobatan endometriosis

Secara teratur, perhatikan pula hal-hal berikut:

  • Kapan rasa sakit muncul
  • Seberapa kuat rasa sakit
  • Berapa lama berlangsung
  • Apakah rasa sakit membatasi aktivitas anda
  • Nyeri selama hubungan seksual, buang air besar atau buang air kecil

Setelah konsultasi, dokter akan melakukan pengecekan pada panggul untuk memeriksa ovarium, rahim, leher rahim, dan hal tidak biasa lainnya. Biasanya, pemeriksaan berjalan menggunakan alat cara sederhana seperti USG dan kolposkopi. Tapi tidak menutup kemungkinan memerlukan laparoskopi dan histeroskopi. Laparoskopi adalah satu-satunya cara paling benar untuk memeriksa apakah anda memiliki endometriosis.

Dalam beberapa kasus, anda mungkin memerlukan biopsi jaringan.

Pada satu penelitian, kadang-kadang menunjukkan seorang wanita memiliki kista ovarium atau jaringan parut internal yang mungkin berhubungan dengan endometriosis. Nantinya dokter juga akan mengidentifikasi penyebab yang dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan endometriosis.

Pengobatan endometriosis

Sekarang ini, pengobatan untuk endometriosis dilakukan dengan beberapa cara:

  • Terapi (konservatif, medis). Wajib digunakan dalam upaya menghilangkan rasa sakit.
  • Kontrasepsi oral, bertujuan untuk mengontrol tingkat estrogen dan progestin, yang membuat menstruasi anda lebih pendek dan lebih mudah. Seringkali, gejala endometriosis datang kembali ketika penggunaan obat dihentikan.
  • Terapi hormon. Obat jenis ini menyerupai menopause, menghilangkan gejala endometriosis atau menghambat produksi hormon wanita.
  • Teknik bedah minimal invasif seperti laparoskopi dan laparotomi yang melibatkan pengangkatan endometriosis dan merawat organ tubuh.

Setahun setelah proses operasi, sekitar 45% wanita akan dihadapkan kembali dengan gejala               endometriosis. Probabilitas penyakit ini kambuh meningkat seiring berjalannya waktu.

  • Bedah dengan pengangkatan rahim dan ovarium. Dalam kasus endometriosis yang parah, mungkin memerlukan pembedahan terbuka untuk menghentikan pertumbuhan atau histerektomi – pengangkatan rahim dan mungkin semua tau sebagian dari indung telur. Meskipun cara ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, endometriosis masih bisa terulang pada sekitar 15% wanita yang sudah menjalani operasi pengangkatan rahim dan ovarium.

Endometriosis dan kehamilan

Sebenarnya banyak wanita dengan endometriosis tidak memiliki masalah dengan kehamilan. Namun operasi laparoskopi secara signifikan dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan pada wanita, bahkan endometriosis yang tergolong parah sekalipun. Fertilisasi in vitro adalah satu-satunya pilihan jika infertilitas disebabkan endometriosis lanjutan.

Pencegahan endometriosis

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah endometriosis, anda dapat mengikuti kegiatan-kegiatan berikut untuk membantu anda merasa lebih baik.

  • Olahraga teratur dapat membantu tubuh terhindar dari rasa sakit dengan meningkatkan aliran darah.
  • Pemeriksaan ginekologi secara teratur dan pengobatan dini pada penyakit inflamasi
  • Akupuntur, yoga, pijat dan meditasi juga dapat membantu dalam mengurangi gejala.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here