Home Kesehatan Anak Gejala pneumonia atau radang paru pada anak-anak

Gejala pneumonia atau radang paru pada anak-anak

396
SHARE

Gejala pneumonia atau radang paru pada anak-anakGejala pneumonia atau radang paru pada anak-anak memanifestasikan dirinya dalam cara yang berbeda, tergantung pada daerah peradangan dan penyebab infeksi (organisme yang menyebabkan peradangan). Biasanya perkembangan pneumonia berlangsung dengan latar belakang infeksi pernafasan akut seperti bronkitis (radang mukosa bronkial), Laringotrakheitis (radang selaput lendir laring dan trakea), angina.

Dalam kebanyakan kasus, pneumonia pada anak-anak diwujudkan dalam tiga sindrom utama.

Sindrom utama pneumonia pada anak-anak adalah:

  • Sindrom keracunan umum;
  • Sindrom spesifik peradangan pada jaringan paru-paru;
  • Sindrom kegagalan pernafasan.

Sindrom keracunan umum

Radang jaringan di daerah kecil pada paru-paru jarang sekali menyebabkan gejala yang parah dari sindrom keracunan. Akan tetapi, sebaliknya akan terjadi apabila peradangan meluas ke setiap bagian paru-paru. Kebanyakan anak-anak kita yang belum bisa mengungkapkan keluhan mereka dengan jelas akan mendadak berubah murung atau apatis.

Artikel terkait: Apa karakteristik pneumonia pada bayi baru lahir

Tanda-tanda sindrom keracunan umum adalah:

  • peningkatan suhu tubuh;
  • menggigil;
  • nadi cepat (lebih dari 110-120 denyut per menit untuk anak-anak pra-sekolah, lebih  dari 90 denyut per menit untuk anak-anak di atas 7 tahun);
  • kelelahan;
  • menguap;
  • kantuk;
  • kulit pucat;
  • nafsu makan menurun hingga menolak untuk makan;
  • sakit kepala;
  • jarang berkeringat;
  • jarang muntah.

Suhu tubuh anak sekitar 37-37,5 derajat, akan tetapi ketika proses peradangan berlangsung, suhu tubuh naik tajam menjadi 38,5-39,5 derajat atau lebih. Tanpa perawatan yang memadai, demam dapat bertahan hingga 3-4 hari atau lebih.

Sindrom spesifik peradangan pada jaringan paru-paru

Gejala yang paling khas dari pneumonia pada anak-anak ditunjukkan dengan tanda-tanda kerusakan paru-paru organik, infeksi dan peradangan.

Gejala spesifik inflamasi jaringan paru-paru dengan pneumonia adalah:

  • batuk;
  • dahak;
  • nyeri;
  • Perubahan auskultasi;
  • tanda-tanda radiologi;
  • terdapat penyimpangan pada standar gemoleykogramme (analisis umum darah).

Adapun ciri khas batuk pneumonia pada anak-anak adalah kehadiran yang konstan, terlepas dari waktu dan hari. Dengan sifat batuk paroksismal (datang tiba-tiba). Setiap kali anak berusaha mengambil napas dalam-dalam menyebabkan batuk muncul kembali. Batuk selalu disertai dengan dahak. Kebanyakan orang tua yang memiliki anak-anak usia prasekolah, ketika sang buah hati batuk akan lolos dari perhatian mereka, karena anak-anak sering menelan dahak tersebut. Volume dahak pada anak-anak usia 7-8 tahun lebih besar dan bewarna merah atau coklat karat.

Biasanya pneumonia atau radang paru pada anak-anak terjadi tanpa disertai rasa sakit. Keluhan rasa nyeri dalam bentuk sakit perut dapat terjadi di bagian bawah sekitar paru-paru. Ketika proses inflamasi masuk ke pleura (selaput paru-paru), sang buah hati akan mengeluhkan rasa nyeri di dada saat bernafas. Nyeri semakin kuat ketika ia mencoba untuk mengambil nafas dalam-dalam dan ketika batuk.

Sindrom gangguan pernapasan

Sebagai hasil dari kerusakan jaringan pada paru-paru disebabkan pneumonia sehingga mengurangi kemampuan paru-paru untuk mengambil dan memproses oksigen. Akibatnya pada anak adalah munculnya sindrom gangguan pernafasan. Semakin kecil usia sang anak, semakin besar pula kemungkinan gagal pernafasan terjadi. Pada tingkat yang paling parah, sindrom ini juga menyebabkan komorbiditas. Jadi, jika biasanya kondisi kesehatan anak yang lemah dan sering sakit, potensi anak terkena gagal pernafasan akan meningkat pesat.

Tanda-tanda kegagalan pernapasan dengan pneumonia adalah:

  • dyspnea (sulit bernafas);
  • takipnea (gerakan napas yang cepat);
  • hidung kembang kembis ketika bernafas;
  • sianosis (warna kebiruan).

Baca juga: Mengenal Pneumonia atau radang paru-paru

Dari hari pertama pneumonia pada anak, akan ditandai dengan munculnya sesak napas disertai dengan suhu tubuh yang meningkat, dan demam ringan (suhu tetap di 37-37,5 derajat). Sesak napas dapat terjadi bahkan tanpa ada aktifitas apapun. Takipnea atau dikenal dengan pernapasan dangkal adalah gejala wajib pneumonia pada anak-anak. Sebagai catatan, kecepatan anak bernafas dalam kondisi istirahat sebanyak 40 kali atau lebih. Gerakan pernapasan menjadi lebih pelan dan tidak lengkap. Akibatnya, jumlah oksigen yang masuk dalam tubuh tidak normal, yang pada gilirannya menyebabkan gangguan pertukaran gas dalam jaringan.

SHARE