Home Kesehatan jantung Gejala Stenosis Paru – Penyebab dan pengobatan

Gejala Stenosis Paru – Penyebab dan pengobatan

77
0
SHARE

 

Selain itu, data statistik menunjukkan bahwa stenosis pulmonal menyumbang 10% dari semua kasus malformasi jantung.

Secara khusus, kondisi ini terdiri dari penurunan aperture valvular pulmonal, yang membuat darah mengalir dari ventrikel kanan yang dipompa dengan susah payah ke paru-paru.

stenosis paru penyebab dan gejalaJenis stenosis pulmonal

Valvular – yang melibatkan kerusakan rongga katup pulmonal. Ini adalah jenis stenosis paru yang paling umum;

  • Subvalvular – obstruksi berada di bawah katup pulmonal;
  • Overeating – penyumbatan lebih tinggi daripada katup pulmonal.

Penyebab utamanya

  • Rubella kongenital. Penyakit serius yang terjadi akibat penularan virus rubella melalui plasenta selama kehamilan.

Resiko meningkat bahkan lebih jika seorang ibu di masa depan mengembangkan penyakit ini pada trimester pertama kehamilan. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa rubella kongenital paling sering dikaitkan dengan terjadinya malformasi jantung kongenital.

  • Sindrom karsinoid. Hal ini menyebabkan penebalan, peleburan dan retraksi daun katup pulmonal, sehingga pembentukan stenosis pulmonal.
  • Demam reumatik. Ini adalah komplikasi infeksi yang disebabkan oleh streptokokus. Muncul setelah seseorang sakit demam scarlet atau bahkan tonsilitis. Demam rematik ini cenderung mempengaruhi katup jantung, sering kali pada katup mitral dan katup aorta sementara pada katup pulmonal jarang terjadi.
  • Tumor jantung. Patologi ini juga bisa berkembang di ventrikel kanan.

Artikel terkait:

Gejala Stenosis Paru

  • Dispnea yaitu pernafasan yang sulit dan berat atau pernapasan cepat yang disebabkan oleh usaha yang intens, adalah gejala stenosis paru yang paling umum dan seharusnya terjadi karena denyut jantung tidak memadai saat berolahraga, yang menyebabkan saluran pada otot-otot pernafasan tidak memadai.
  • Sianosis pada kulit dan bibir (biru) disebabkan oleh penurunan oksigen dalam darah.
  • Kuku mengkilap dan melengkung cembung.
  • Pasien mengalami nyeri dada atau nyeri dada, yang mirip dengan nyeri angina.
  • Dalam kasus persalinan yang intens, pasien menjadi pusing, terkadang dengan vertigo.
  • Ada sinkop atau kehilangan kesadaran sementara dengan nada postural yang menurun, namun juga tanpa adanya tanda vital.
  • Fatigue yang kuat dan permanen.

Pengobatan Stenosis Paru

Kasus stenosis pulmonal bisa ringan, sedang atau berat. Pasien dengan Stenosis pulmonal tidak selalu memerlukan perawatan khusus.

Pasien dengan stenosis sedang atau berat akan direkomendasikan menjalani pembedahan. Dengan demikian, pasien mungkin bisa menerima indikasi adanya operasi katup balon atau operasi jantung terbuka.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here