Home Kesehatan jantung Lemak jenuh dan Lemak tak jenuh

Lemak jenuh dan Lemak tak jenuh

1205
SHARE

Tubuh manusia membutuhkan baik lemak jenuh dan lemak tak jenuh agar tetap sehat. Rekomendasi yang ada menyarankan kita untuk mengkonsumsi sejumlah besar lemak tak jenuh dan mengurangi lemak jenuh, hal ini disebabkan lemak tak jenuh menjaga kolesterol dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Lemak jenuh meningkatkan kolesterol buruk dan pada beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan keduanya serta mendukung hadirnya penyakit kardiovaskular. Lemak tak jenuh dibedakan atas dua tipe yakni: lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

lemak jenuh dan lemak tak jenuh

Apa efek lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda pada tubuh kita?

Lemak tidak harus dan tidak dapat kita hilangkan sepenuhnya dari menu makanan kita. Makanan yang sehat itu sendiri meliputi lemak jenuh dan tak jenuh. Keduanya melalui proses yang berbeda dalam tubuh.

Lemak jenuh berbentuk padat dan memiliki struktur kimia. Konsumsi berlebihan lemak jenuh (terlalu banyak atau berkepanjangan) dapat meningkatkan resiko memiliki kolesterol jahat (LDL), dapat menyumbat arteri dan meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Anda juga tidak disarankan menghindari mengkonsumsi lemak jenuh, kecuali anda sedang mengikuti saran medis. Jika anda cenderung memiliki penyakit arteri, lebih bijak jika anda membatasi sebanyak mungkin konsumsi lemak jenuh.

Secara umum, lemak tak jenuh bertugas mempertahankan level kolesterol baik dan membantu proses metabolisme kolesterol jahat di hati. Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi sejumlah besar lemak tak jenuh terutama Omega-3 dan Omega-6.

Cara kerja lemak jenuh dan tak jenuh dalam tubuh belum sepenuhnya dipahami dan sampai sekarang masih dalam penelitian. Sejumlah studi yang dilakukan di tahun 60-an menunjukkan hubungan antara lemak jenuh dan kanker serta penyakit lainnya, namun pada penelitan terbaru belum menemukan ketersediaan dari teori-teori tersebut. Saat ini, sebagian asosiasi kesehatan internasional merekomendasikan untuk membatasai asupan lemak jenuh guna menjaga kesehatan jantung.

Apa saja daftar makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak tak jenuh?

Lemak jenuh banyak ditemukan dalam makanan kemasan dan dalam banyak produk hewani (daging, telur, makanan laut).

Lemak yang paling jenuh merupakan produk hewani dan ditemukan dalam susu, mentega, es krim, daging merah dan ayam, kelapa dan kelapa sawit. Lemak tak jenuh ditemukan utamanya pada minyak sayur (minyak makan, minyak zaitun), kacang-kacangan, selai kacang, alpukat dan ikan.

Sangat penting untuk diketahui bahwa banyak produk makanan yang merupakan kombinasi dari lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Misalnya, satu porsi pasta dapat mengandung minyak zaitun (lemak trans) dan keju (lemak jenuh). Selain itu, pasta juga mengandung sejumlah kecil lemak yang merupakan perpaduan antara lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

Saran medis

Anda disarankan sebisa mungkin untuk menghindari minyak goreng yang tinggi kandungan lemak jenuh seperti minyak kelapa sawit atau minyak kelapa. Sebagai gantinya anda boleh menggunakan minyak zaitun. Selalu perhatikan label produk yang anda beli. Anda juga dapat mencoba mengganti produk susu dengan susu kedelai atau almond. Ketika memasak, pisahkan ampas dan lemak yang terlihat pada makanan.

SHARE