Home Makanan dan Nutrisi Peranan biji Kopi Hijau sebagai penurun berat badan

Peranan biji Kopi Hijau sebagai penurun berat badan

1099
SHARE

Cara menurunkan berat badan merupakan satu topik panjang yang tak berkesudahan. Begitu banyak cara dan tips mengenai hal ini beredar didunia maya, majalah, atau dari mulut ke mulut. Teh merah atau Rosella tea merupakan salah satu dari produk penurun berat badan yang sudah dikenal luas. Produk ini seperti role mode bagi banyak orang yang berupaya mengurangi kelebihan berat bedannya. Faktanya memang banyak yang berhasil dan merasa puas dengan produk ini, hal ini bisa diketahui dari banyaknya kesaksian, komentar yang berada di internet.

biji Kopi Hijau sebagai penurun berat badan

Pada artikel berikut ini, saya ingin menyajikan sebuah penelitian terhadap biji Kopi Hijau sebagai penurun berat badan. Biji kopi hijau ini dipercaya sebagai sebuah harapan baru pengganti supplement yang telah ada sebelumnya. Yang dimaksud dengan biji kopi hijau adalah biji kopi yang belum melewati proses pemanggangan dengan maksud agar senyawa yang terkandung didalamnya tidak hilang dan tetap utuh sehingga baik untuk dikonsumsi.

Apa itu Kopi Hijau?.

Kita mengetahui kalau didalam kopi terkandung bahan antioxidan yang tinggi ditambah efek yang dapat mempengaruhi kinerja tubuh apabila mengkonsumsinya. Beberapa hal yang baik itulah yang menjadi pendorong eksplorasi penelitan kopi dan bagaimana hubungannya terhadap pelangsingan tubuh. Kandungan kafein dapat merangsang sistem kerja saraf pusat, menghilangkan rasa kantuk, serta meningkatkan sistem metabolisme tubuh. Manfaat kafein inilah yang kemudian banyak digunakan dalam metode diet membakar lemak.

Chlorogenic acid merupakan antioxidan yang paling penting. Pengolahan kopi dengan melewatkan proses penggorengan menghasilkan biji kopi yang memiliki kandungan senyawa Chlorogenic acid yang lebih tinggi. Selain kandungan radikal bebasnya yang berkurang, pengolahan kopi tanpa proses penggorengan dapat mengurangi penyerapan gula pada saluran pencernaan serta meningkatkan sensifitas tubuh terhadap insulin.

Penelitian Kopi Hijau terhadap berat badan tikus.

Penelitian pertama tentang pengaruh asam klorogenat (Chlorogenic acid) dan jaringan metabolisme dengan subjek sebagai organisme hidup dimulai pada era 90an. Pertama-tama mari kita pelajari tentang dampak senyawa tersebut pada akumulai jaringan adiposa yang sudah dilakukan pada tahun 2005 lalu dan dipublikasikan di BMC Complementari And Alternative Medicine. Dijelaskan pada artikel tersebut, yang menjadi subjek adalah hewan. Tujuan studi adalah untuk mengetahui efek dari ekstrak biji kopi hijau terhadap pertambahan metabolisme berat dan lemak ditubuh tikus.

Tikus jantan sebagai objek penelitian diperihara dengan metode diet standar yang terdiri dari makanan dan air yang tersedia secara bebas. Ekstrak biji kopi hijau yang digunakan dalam penelitian didapat dari biji kopi Niepalonych. Biji kopi ini merupakan biji kopi standar seperti umumnya biji kopi yang sama-sama memiliki kandungan 10% kafein anhidrat dan 20% asam klogenat dengan kromotografi cair. Pada kasus berikutnya ditemukan pada ekstrak kopi hijau terdiri dari sejumlah besar asam caffeoylquinic sebesar 5,5% dan asam feruloylquinic sebesar 16%

Pada dua group tikus penelitian, diberikan menu makanan yang berbeda. Tikus pertama diberikan campuran makanan yang terdiri dari 1% ekstrak biji kopi hijau, sedang tikus kedua diberikan makanan yang mengandung asam chlorogenid, kafein dan menu diet tanpa zat additif serta campuran obat orlistat yang merupakan obat anti kegemukan yang dapat ditemukan dipasaran. Setiap dua hari sekali tikus percobaan ditimbang berat badannya.

Hasil yang didapat pada percobaan ini adalah, adanya hasil penurunan berat badan yang signifikan pada tikus percobaan yang mendapatkan menu diet ekstrak kopi hijau. Sedangkan  hasil yang serupa tidak ditemukan pada tikus percobaan yang kedua. Sehingga dapat diambil kesimpulan dari penelitian tersebut, bahwa penggunaan ekstrak biji kopi hijau (GCE) dapat membantu upaya penurunan berat badan. Namum masih memiliki kekurangan yaitu efek yang dihasilkan masih tergolong kecil dan keakuratan klinis belum pasti. Untuk itu dibutuhkan sebuah penelitan lanjut yang lebih dalam untuk mendapatkan dan menentukan efektivitas dan keamanan pengguaan ekstrak biji kopi hijau sebagai suplemen penurun berat badan.

Sumber :

Inhibitors effect of green coffee bean extract on fat accumulation and body weight gain in mice (Hiroshi Shimoda, Emi Seki, Michio Aitani) BMC Complementary and Alternative Medicine 2006, 6: 9
The Use of Green Coffee Extract as a Weight Loss Supplement: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomised Clinical Trials (Igho Onakpoya, Rohini Terry, Edzard Ernst) Gastroenterology Research and Practice Volume 2011, Article ID 382852
Randomized, double-blind, placebo-controlled, linear dose, crossover study is evaluate the efficacy and safety of a green coffee bean extract in overweight subjects (Joe Vinson,   Bryan Burnham,   Mysore Nagendran) Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity: Targets and Therapy, January 2012 Volume 2012: 5 Pages 21 – 27

SHARE