Pertumbuhan lambat pada anak: perawatan dan penyebab

0 9

Pertumbuhan lambat pada anak-anak terjadi saat tinggi anak tumbuh jauh dari yang diharapkan. Ada pola pertumbuhan (weight / height / BMI) yang dinilai oleh dokter anak pada bagan dan diukur pada setiap kunjungan medis.

pertumbuhan lambat pada anak

Ada pola pertumbuhan umum untuk anak-anak yang telah diukur oleh beberapa institusi internasional dan berfungsi sebagai patokan untuk dokter anak yang mengukur berat badan, tinggi badan, dan BMI pada setiap kunjungan. Anak-anak yang memiliki perubahan pertumbuhan, seperti pertumbuhan yang lambat, harus diselidiki secara klinis untuk menilai apakah ini normal atau tidak.

Gejala yang menyertai pertumbuhan lambat sangat bervariasi tergantung intensitas perubahannya. Perubahan yang jelas bisa Anda lihat misalnya, pada malformasi kromosom, endokrin, atau tulang, yang didiagnosis sejak dini.

Penyebab

Secara umum, penyakit bisa menjadi penyebab pertumbuhan anak yang lambat.

Di antaranya:

Selain itu, faktor-faktor seperti genetika, pola makan dan kondisi gaya hidup lainnya mungkin menjadi penyebab pertumbuhan anak yang lambat.

Faktor risiko

Pertumbuhan tubuh didefinisikan oleh faktor yang berbeda, yang dapat dibagi menjadi dua jenis:

Faktor intrauterine

Selama masa gestasi (kehamilan), warisan genetik yang mencakup karakter tetap seperti warna mata, warna kulit dan juga karakteristik yang ada hubungannya dengan penyakit keluarga (atopi, penyakit jantung, obesitas, neoplasia). Dalam lingkaran keluarga ini, anggota keluarga akan memiliki penyakit yang sama. Pada keluarga penderita asma, Anda cenderung memiliki anak-anak penderita asma, dan dengan penyakit warisan genetik lainnya.

Selain itu, selama kehamilan penting untuk memperhatikan kondisi sang ibu dalam kaitannya dengan istirahat, olahraga yang cukup dan asupan makan. Terutama tidak mengkonsumsi alkohol dan sedikit asupan lemak trans. Ini merupakan faktor yang dapat dikontrol.

Tetapi beberapa faktor intrauterine yang berada di luar kendali si ibu, seperti berikut ini:

  • Sindrom kromosom yang membahayakan janin
  • Perubahan endokrin: seperti dwarfisme hipofisis (kekurangan produksi hormon pertumbuhan oleh kelenjar pituitari) dan sindrom Turner pada anak perempuan (defek kromosom seks)
  • Sindrom kongenital, misalnya achondroplasia, yang mencegah pertumbuhan tulang, dikenal sebagai orang kerdil.

Dalam kasus ini, anak gagal dalam pertumbuhannya, yang menyebabkan tubuh berperawakan pendek.

Faktor ekstrauterine

Ini terjadi setelah kelahiran, yang mungkin termasuk:

  • Kondisi kelahiran seperti anoxia neonatal, prematuritas dimana anak mengalami keterlambatan perkembangan namun normal untuk usia.
  • Masalah dalam menyusui
  • Pemberian asupan makanan yang tidak tepat pada masa kanak-kanak
  • Tidak adanya latihan fisik
  • Lingkungan yang tidak sehat
  • Penyakit kronis
  • Obat seperti kortison
  • Infeksi berulang

Semuanya bisa mengganggu pertumbuhan akhir anak.

Mencari bantuan medis

Karena pertumbuhan yang lambat hanya akan terdeteksi saat anak tersebut pergi ke dokter anak secara berkala, penting bagi orang tua untuk mengikuti siklus ini untuk mendiagnosis tidak hanya pertumbuhan yang lambat namun juga masalah kesehatan lainnya pada anak.

Periodisitas yang direkomendasikan untuk konsultasi adalah:

  • 1 Bulan sampai 12 bulan
  • Usia 15 hingga 18 bulan
  • Antara dua dan empat tahun, dua konsultasi setahun.

Tindakan diatas adalah rutinitas untuk mendeteksi dini, tidak hanya pertumbuhan yang lambat, tapi juga gejala penyakit yang bisa dihindari melalui diagnosis dini.

pertumbuhan anak yang lambatanak

Diagnosis Pertumbuhan Lambat pada anak-anak

Dilakukan tidak hanya pada pertumbuhan anak, tapi juga berat anak. Ada tabel dengan berat badan dan tinggi badan, yang sampai tahun 2006 tabel  ini berasal dari CDC (Center for Disease Control. Akan tetapi anak Amerika memiliki bobot lebih besar dari kebanyakan anak-anak di Indonesia disebabkan faktor yang berbeda.

Tindak lanjut ini dilakukan dalam konsultasi rutin dengan dokter anak: pada tahun pertama kehidupan, konsultasi ini dilakukan setiap bulan, kemudian pada usia 15 dan 18 bulan. Dan antara dua dan empat tahun, ada dua konsultasi dalam setahun. Dengan cara ini, sejumlah pemeriksaan akan menghasilkan kurva follow-up. Dengan melakukan pemantauan setiap bulan, adalah mungkin bagi Anda untuk mendeteksi setiap perubahan pertumbuhan pada anak.

Pengobatan Pertumbuhan Lambat pada anak-anak

Pengobatan untuk pertumbuhan anak yang lamban akan sesuai dengan penyebab masalah. Misalnya, perubahan genetik atau faktor keturunan harus ditangani oleh spesialis.

Artikel terkait:

Pencegahan

Kebiasaan hidup sehat membantu mencegah masalah pertumbuhan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Pemberian ASI eksklusif sampai bulan keenam dan berganti dengan pemberian makan reguler sampai usia dua tahun
  • Pemberian makanan komplementer yang memadai dengan sedikit atau tanpa makanan buatan setelah bulan keenam
  • Olahraga di luar rumah setidaknya selama satu jam sehari
  • Batasi menonton TV, video game dan bermain komputer hingga 30 menit sehari
  • Kontrol yang memadai terhadap penyakit kronis seperti bronkitis, yang dengan penggunaan terlalu banyak pengobatan bisa mengganggu pertumbuhan anak.
Comments
Loading...