Ruam pada anak penyebab dan penyakit yang mendasarinya

0 14

 

Setiap ibu, yang melihat ruam mencurigakan di kulit bayinya biasanya mulai mencari penyebabnya. Beberapa hampir selalu membawa si anak ke dokter atau memberi makan anak dengan obat-obatan yang tidak perlu. Orangtua lain mencoba untuk tidak memperhatikan ruam, terutama jika anak itu terlihat sehat. Tapi kedua hal tersebut salah. Anda hanya perlu mempelajari jenis ruam guna mengambil keputusan yang tepat.

Beberapa bentuk ruam

  • Bintik di area kulit yang terbatas dengan warna yang berubah (merah, putih, dan lainnya).  Kulit tidak terlihat bengkak sehingga sedikit sulit untuk diperhatikan.
  • Papule (jerawat kecil) berukuran 0,5 cm, tidak berada di dalam rongga. Bentuknya menonjol di atas kulit sehingga bisa dirasakan.
  • Plak merupakan formasi ruam yang luas, menonjol di atas kulit dam memiliki bentuk yang rata. Plak besar dengan pola kulit yang jelas disebut likenisasi.
  • Vesikel merupakan rongga atau kantong yang berisikan cairan di dalamnya. Masing-masing berbeda ukuran (vesikula lebih besar dari 0,5 cm disebut gelembung).
  • Pustule adalah rongga yang berisikan nanah di dalamnya. jenis ruam pada kulit bayi

    Penyakit disertai ruam

Penyakit menular/Infeksi

Luka pada kulit bayi baru lahir

  •         Campak
  •          Rubella
  •          Demam berdarah
  •          Infeksi mononucleosis (demam kelenjar)
  •          Infeksi eritema
  •          Ruam mendadak
  •          Cacar air
  •          Keracunan darah

 

  •  Eritema beracun pada bayi baru lahir
  • Jerawat pada bayi baru lahir
  • Biang keringat
 

Gigitan serangga

 

 

Reaksi alergi

 

Ruam pada bayi baru lahir

Eritema beracun

Eritema beracun hampir pasti ditemukan pada bayi yang baru lahir. Bentuknya seperti papula putih pucat atau pustula dengan diameter 1-2 mm berwarna kemerahan. Dalam beberapa kasus, eritema ini hanya berupa bintik-bintik merah dan bisa ditemukan hampir diseluruh tubuh bayi kecuali telapak kaki dan tangan. Ruam secara keseluruhan muncul pada hari ke 2 kehidupan bayi, lalu kemudian ruam berangsur hilang. Penyebab pasti eritema toksik tidak diketahui, ruam ini akan hilang dengan sendirinya.

Jerawat pada bayi baru lahir

Kondisi ini ditemukan hampir 20% pada bayi baru lahir yang berusia tiga minggu atau lebih. Jerawat berada di wajah, sedikit di kulit kepala dan  di leher disertai radang ruam berupa papula dan pustula. Alasan ruam tersebut yaitu aktifnya kelenjar sebaceous yang berasal dari hormon si ibu. Perawatan jerawat pada bayi baru lahir tidak terlalu penting, Anda hanya perlu rutin membersihkan tubuh dan menjaga kelembapan kulit mereka. Tidak seperti jerawat pada orang dewasa, pada bayi baru lahir tidak meninggalkan noda bekas luka, dimana nantinya bekas tersebut akan hilang, jerawt pada bayi ini akan hilang setelah anak berusia 6 bulan.

Miliaria pada bayi yang baru lahirMiliaria

Ruam yang umum pada bayi baru lahir, terutama di musim hangat. Hal ini disebabkan akses yang sulit dari kelenjar keringat dan meningkatnya kelembapan kulit. Lokasi ruam paling sering berada di kepala, wajah dan di area popok dikenakan. Gelembung, bintik dan pustula dan sesekali disertai peradangan. Tidak terlalu mengganggu kenyaman bayi dan akan hilang jika diberi perawatan yang baik.

Dermatitis atopik

Nama lain dari penyakit ini adalah eksim atopik atau neurodermatitis. Setiap 10 anak menderita penyakit ini, namun tidak semua bayi mengalami gejala khas yang menyertainya. Gejala yang dimaksud seperti rhinitis alergi, asma bronkial dan eksim itu sendiri.

Tanda pertama penyakit ini muncul di tahun pertama kehidupan dan ruam lebih sering muncul di wajah, di pipi, permukaan lengan dan kaki. Anak merasa terganggu oleh gatal yang tak tertahankan dan bertambah buruk pada malam hari, faktor suhu, efek kimia pada kulit. Pada tahap akut, ruam terlihat seperti papul merah disertai cairan yang keluar.

Periode subakut ditandai dengan pengelupasan kulit, terkadang kulit terlihat menebal. Hal ini disebabkan oleh penyempitan konstan daerah yang terkena dampak.

Kebanyakan anak yang menderita penyakit ini tanpa konsekuensi. Dermatitis atopik bisa berubah ke penyakit kronis jika disertai asma dan alergi rhinitis.

Untuk mengurangi ruam dan gatal pada kulit, anak dianjurkan untuk mengurangi waktu mandi, kontak dengan benda-benda keras, kulit sesering mungkin diolesi dengan emolien (krim dengan efek pelembab). Pada kasus yang parah, terutama jika bayi terlihat tidak nyaman dan menggaruk kulit karena gatal, anda bisa mengoleskan salap dengan komponen hormonal.

Ruam alergi

Terjadi karena intoleransi anak terhadap obat-obatan dan produk makanan. Ruam memilik ukuran dan bentuk yang berbeda, bisa berada di seluruh tubuh, baik di tangan, kaki, punggung dan perut. Fitur utama yang membedakan ruam alergi dari alergi lainnya adalah intensifikasi di bawah tindakan allergen. Biasanya gatal yang kuat adalah satu-satunya efek yang tidak menyenangkan dari ruam tersebut.

  • Edema Quincke. Dalam kasus yang jarang terjadi, berasal dari reaksi berat tubuh terhadap allergen, paling sering terjadi pada obat-obatan atau produk sejenis. Dalam kasus ini, ruam berlangsung untuk waktu yang lama, dan tubuh mengalami pembengkakan hingga menyebabkan anak sulit untuk bernafas karena penyempitan pada laring. Jika anda dan keluarga rentan terhadap alergi, pastikan Anda menyingkirkan makanan dan obat-obatan yang tidak dapat ditolerir.
  • Urticaria. Juga bisa berasal dari makanan, obat-obatan dan di bawah pengaruh faktor suhu (alergi dingin, alergi sinar matahari), terkadang penyebab urtikaria tidak ditemukan.

Gigitan serangga

Pastinya gigitan serangga pada anak menyebabkan kepanikan para orang tua dan mereka segera mencari penyebab infeksi dari ruam tersebut. Saat munculnya ruam di kulit, Anda perlu mencari tahu di mana dan berapa lama anak Anda menghabiskan waktu. Mungkin anak sedang menghabiskan akhir pekan di desa bersama kakek dan nenek, kemudian berada di persawahan atau hutan di mana merupakan sarang nyamuk. Oleh karena itu, bekas gigitan dalam kebanyakan kasus muncul di area kulit yang terbuka dalam bentuk ruam di tangan, kaki, wajah serta leher.

Tanda gigitan khas disebabkan oleh proses berikut:

  • Reaksi terhadap racun
  • Trauma mekanik pada kulit
  • Luka menjadi infeksi saat di garuk
  • Terkadang penyakit menular ditularkan melalui gigitan serangga

Gejala gigitan:

Nyamuk

Serangga kecil

  •          Pertama – kulit merah dan melepuh
  •          Kemudian – bengkak kecil dan padat, bertahan selama beberapa jam atau hari
  •          Terkadang – gelembung atau kemerahan yang luas dengan pembengkakan
  •          Bengkak kecil dan gatal terletak secara linear
  •          Biasanya terjadi di malam hari
  •          Di bagian tengah ruam ada memar kecil

Lebah dan tawon

Kutu

  •          Sakit, kemerahan dan bengkak di tempat gigitan
  •          Lebah meninggalkan sengatan mereka
  •          Terkadang menggelembung
  •          Kecenderungan menyebabkan alergi seperti urtikaria dan angioedema
  •          Gatal parah, memburuk di malam hari
  •          Papula merah dan ada goresan
  •          Berada di antara jari tangan atau kaki., di alat kelamin, antara kelenjar susu, di permukaan yang lentur

Ruam pada anak, di mana perlu segera menghubungi dokter

  • Apabila disertai demam di atas 40 derajat
  • Menutupi seluruh tubuh, menyebabkan gatal tak tertahankan
  • Dikombinasikan dengan muntah, sakit kepala dan kebingungan
  • Memiliki tampilan pendarahan berbentuk bintang
  • Disertai pembengkakan dan kesulitan bernafas

Yang tidak boleh Anda lakukan saat anak memiliki ruam

  • Memencet kulit yang bengkak.
  • Memecahkan gelembung
  • Membiarkannya menggaruk kulit
  • Mengoleskan cairan obat dengan warna yang cerah (bisa mempersulit diagnosa dokter)

Ruam di tubuh anak merupakan salah satu gejala yang penting dari sekian banyak penyakit. Beberapa dari ruam tersebut bahkan tidak memerlukan perawatan dan akan pergi dengan sendirinya., dan beberapa di antaranya dapat mengancam kesehatan dan kehidupan si kecil. Karena itu, jika anda melihat gejala yang mencurigakan, segeralah konsultasikan dengan dokter dan tidak melakukan pengobatan tanpa resep dokter.

Ruam disebabkan oleh infeksi

Penyebab paling umum dari ruam pada tubuh anak adalah infeksi virus atau bakteri. Pada gilirannya, di antara mereka ada 6 penyakit utama.

Eritema infeksi

Penyakit ini disebabkan oleh parvovirus B19, yang umum terjadi di semua negara di dunia. Virus ditularkan melalui tetesan udara, pada kontak dekat kelompok anak-anak dapat dilakukan transfer.

Gejala eritema menular:

  • Masa inkubasi berlangsung 4-28 hari, rata-rata – 2 minggu.
  • Periode prodromal berlangsung dengan suhu rendah, sakit kepala dan batuk ringan. Kondisi umum anak cukup memuaskan.
  • Ruam karakteristik, melewati 3 tahap:
  • Kemerahan wajah (mirip dengan bekas tamparan di wajah)
  • Penyebaran ruam merah pada tubuh anak-anak, berupa bintik-bintik, terkadang dengan semburat kebiruan
  • Tampilan ruam di tengah terlihat lebih cerah

Ruam terbentuk pada permukaan otot, tangan dan kaki biasanya tidak terpengaruh. Hilangnya bintik-bintik terjadi secara bertahap, dalam 1-3 minggu. Ruam biasanya merupakan komplikasi pasca infeksi kekebalan tubuh, sehingga anak-anak dengan bintik eritema tidak menular sehingga mengisolasi mereka tidak diperlukan.

Ruam mendadak

Virus herpes tipe 6 menyebabkan penyakit anak-anak yang khas yang disebut ruam mendadak (roseola). Puncak kejadian pada anak antara 10 bulan dan 2 tahun dan Anda akan sangat sulit untuk mengidentifikasi anak yang sakit dan mencegah kontak dengan mereka. Penularan biasanya terjadi pada orang dewasa, melalui udara.

Gejala Ruam mendadak:

  • Periode laten berlangsung 5-15 hari.
  • Masa prodromal tidak terlalu terasa. Mungkin disertai malaise, hidung meler sedikit, tenggorokan memerah, sedikit bengkak pada kelopak mata, kelenjar getah bening yang membesar.
  • Kenaikan tajam suhu tubuh menjadi 38-40 derajat. Beberapa anak mungkin berubah-ubah, tapi seringkali tingkah lakunya benar-benar normal, bahkan dalam kondisi suhu tubuh panas sekali. 10% anak-anak mengalami kejang disebabkan demam.
  • Penurunan suhu yang tajam (paling sering) setelah 3 hari dan munculnya ruam kecil di tubuh sehari setelah suhu panas menghilang. Ruam memiliki tampilan bintik merah muda kecil, terkadang sedikit terangkat di atas permukaan kulit. Mereka muncul pertama di badan, dan kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain. Setelah 1-3 hari ruam memudar, dan lambat laun hampir tidak terlihat kemudian hilang dalam beberapa jam.

Roseola adalah penyakit yang sangat spesifik, namun seringkali tidak dikenali oleh dokter anak-anak. Karena pada usia 1 tahun, gigi akan tumbuh dengan aktif dan kebanyakan demam disebabkan kondisi ini. Perlu diingat bahwa suhu gigi tidak pernah lebih tinggi dari 38 derajat. Jika anda mendapati kondisi seperti ini, pasti ada alasan lain!.

Cacar air

Varicella (cacar air) adalah infeksi primer dengan virus varicella zoster, strukturnya mirip virus herpes simplex. Sebagian besar anak terinfeksi sebelum usia 15 tahun. Penularan penyakit terjadi melalui udara atau dengan kontak (pada virus keluar dari ruam).

Gejala:

  • Masa inkubasi laten cacar air berlangsung dari 10 sampai 21 hari, biasanya dua minggu.
  • Masa malaise terjadi 24-48 jam sebelum munculnya ruam. Anak-anak mengeluh sakit kepala, kadang-kadang sedikit sakit di perut. Suhu tubuh naik .
  • Penyakit muncul di kepala, wajah. Awalnya, adalah bintik merah yang berubah menjadi papula, lalu menjadi vesikel – gelembung dengan cairan bening, biasanya satu bilik. Setelah satu hari, cairan menjadi bewarna kusam. Gelembung ditutupi dengan kerak. Karakteristik sifat cacar air keberadaan ruam pada berbagai tahap perkembangan yang berbeda: bintik merah menjadi papula, vesikula kemudian kerak. Setelah hilang, mungkin ada beberapa bintik yang tersisa dalam seminggu. Sehubungan dengan gatal, anak-anak cenderung akan menggaruknya – jika terjadi infeksi, maka mungkin akan meninggalkan bekas luka.

Virus cacar air pada kebanyakan anak-anak bersifat laten, tersembunyi dan tertanam kuat di sel saraf. Selanjutnya, berubah menjadi penyakit dalam bentuk herpes zoster, gelembung terbentuk di sepanjang batang saraf, seringkali di punggung bagian bawah.

Komplikasi penyakit jarang terjadi, umumnya lebih sering dialami anak-anak dengan imunitas yang lemah. Pada cacar air bawaan, ada kemungkinan menyebabkan kecacatan dan kematian bayi yang baru lahir.

Infeksi meningokokus

Meningococcus adalah bakteri yang biasanya ditemukan pada nasofaring, dan tidak menimbulkan masalah serius. Namun dalam kondisi tertentu, organisme ini bisa menyebankan kondisi yang mengancam jiwa, terutama pada anak yang kecil. Meningokokus ditularkan melalui udara, tinggal di rongga hidung. Dibantu oleh virus dan menurunnya kualitas hidup, virus pembawa bisa aktif. Ketika meningokokus terdeteksi dalam darah atau cairan serebrospinal, anak diharuskan mendapatkan perawatan antibiotic di unit gawat darurat.

Setelah memasuk darah, bakteri bisa menyebabkan:

  • Sepsis (keracunan darah)
  • Meningitis
  • Kombinasi keduanya.

Sepsis-penyakit ini dimulai dengan kenaikan suhu tubuh hingga 41 derajat disertai sering muntah. Pada hari pertama dengan latar belakang kulit abu-abu pucat muncul ruam petechial yang khas (memar kecil, tumbuh dan menyerupai bentuk bintang).

Ruam yang ada di tungkai, batang tubuh, bisa naik di atas kulit, sering membusuk dan meninggalkan bekas luka. Pada saat yang sama, purulen pada organ tubuh (jantung, pericardium, rongga pleura) mungkin muncul. Pada anak kecil, sepsis sering terjadi dengan cepat  dan berujung pada kematian.

Meningitis adalah manifestasi infeksi yang lebih sering. Pasien mengeluhkan fotofobia, sakit kepala, gangguan kesadaran, ketegangan otot-otot oksipital. Dengan meningitis yang terisolasi, tidak ada ruam yang muncul.

Campak

Campak adalah penyakit yang disebabkan virus. Kebanyakan orang sangat rentan terkena virus campak, jadi ketika satu anak mengalami campak, maka anak-anak lain yang belum divaksinasi berisiko tertular penyakit ini.

Penyakit ini terjadi dalam tiga tahap:

  • Periode inkubasi (tersembunyi), yang berlangsung 10-12 hari. Pada hari ke 9 anak yang sakit akan menularkan penyakit.
  • Prodromal (malaise) yang berlangsung 3-5 hari. Mulai akut, disertai demam, batuk kering, pilek, mata kemerahan. Pada selaput lendir pipi selama 2 hari ada bintik-bintik abu-abu keputihan dengan tepi bewarna merah, menghilang dalam waktu 12-18 jam.
  • Periode ruam. Bersamaan dengan kenaikan suhu tubuh sampai 40 derajat, titik-titik papular muncul di belakang telinga dan di sepanjang garis rambut. Pada siang hari ruam menutupi wajah turun ke bagian atas dada. Setelah 2-3 hari mencapai kaki, dan wajah memucat. Ruam yang terjadi secara bertahap (hari 1 – wajah, hari ke 2 – tubuh, hari ke 3 kaki) sangat khas untuk campak. Semua ini disertai dengan gatal ringan, terkadang bintik kecil muncul di daerah ruam. Setelah lenyapnya bintik-bintik mungkin kulit akan mengelupas dan noda kecoklatan bisa terjadi, yang akan berlangsung selama 7-10 hari.

Komplikasi (biasanya terjadi pada anak yang tidak divaksinasi):

  • Otitis media
  • Pneumonia
  • Ensefalitis (radang otak)

Diagnosis biasanya dibuat berdasarkan gejala karakteristik, kadang darah diambil untuk menentukan imunoglobulin. Pengobatan secara langsung terhadap virus tidak berlanjut, jadi Anda hanya perlu membeli obat penurun panas untuk anak. Ada data bahwa asupan vitamin A oleh anak-anak yang menderita campak secara signifikan memperlunak jalannya infeksi. Vaksinasi anak dapat mengurangi kejadian penyakit dan risiko komplikasi serius. Harus diingat bahwa pada 6-10 hari setelah pengenalan vaksin, mungkin ada tanda-tanda penyakit ringan (suhu rendah, ruam kecil pada tubuh anak), yang berlalu dengan cepat dan tidak menimbulkan ancaman bagi kesehatan.

Rubella

Infeksi virus akut, terutama pada usia 5-15 tahun.

Gejala rubella:

  • Periode laten adalah 2 sampai 3 minggu. Pada tahap ini, tidak ada manifestasi, namun anak tersebut mungkin sudah terinfeksi.
  • Tahap prodromal Ada sedikit rasa tidak enak badan, kenaikan suhu rendah, sering kali tahapan ini tidak diperhatikan. Kelenjar getah bening oksipital dan posterior membesar secara signifikan.
  • Periode ruam. Ruam merah muda pucat muncul di wajah, menyebar dengan cepat, dan menghilang dengan cepat, biasanya setelah 3 hari. Bisa disertai dengan sedikit gatal.

Rubela sering terjadi tanpa disertai ruam, sehingga sulit membedakannya dari infeksi lainnya. Virus ini berbahaya bagi ibu hamil. Saat terinfeksi sebelum minggu ke 11 kehamilan, kebanyakan anak mengalami malformasi bawaan. Setelah 16 minggu, risiko anomali kecil, namun ada kemungkinan rubella bawaan menyebabkan kerusakan otak, kulit, kerusakan mata, gangguan pendengaran. Karena itu, semua wanita yang sedang merencanakan kehamilan perlu mengetahui tingkat antibodi terhadap rubella, jadi jika diperlukan Anda bisa mendapatkan vaksinasi.

Demam berdarah

Demam Scarlet adalah penyakit yang disebabkan oleh streptokokus Grup A. Ini berarti sumber infeksi tidak hanya pasien atau pembawa demam berdarah, tapi juga penderita patologi yang disebabkan oleh bakteri ini (sakit tenggorokan, misalnya). Demam Scarlet ditularkan melalui udara.

Gejala:

  • Periode laten adalah 2-7 hari.
  • Masa prodromal dimulai dengan kenaikan suhu tubuh, nyeri akut di tenggorokan, tidak enak badan.
  • Ruam muncul pada 1-2 hari penyakit. Seorang anak dengan demam berdarah, ditandai dengan mata cerah, pipi memerah, segitiga nasolabial terlihat pucat. Di tubuh, ruam lebih intens terlihat di lipatan kulit. Setelah 3-7 hari, semua ruam hilang, meninggalkan pengelupasan kulit.

Infeksi mononucleosis

Virus Epstein-Barr, yang menyebabkan mononucleosis menular pada anak-anak, termasuk dalam kelompok besar virus herpes. Penyakit ini menyerang anak-anak dan lebih sering para remaja, seringkali terjadi tanpa ruam dan gejala khas lainnya. Tingkat infektivitas pasien dengan mononucleosis rendah, sehingga wabah pada kelompok anak-anak tidak ditemuka

Gejala:

  • Tanda utama penyakit ini – peningkatan kelenjar getah bening, terutama posterior, sekaligus membesarnya hati dan limpa.
  • Pada 3 hari penyakit ini, terlihat tonsilitis dengan lapisan putih pada amandel disertai kenaikan suhu tubuh.
  • Pada hari ke 5-6, jarang ada ruam, bentuk dan ukurannya berbeda, benar-benar lenyap. Jika pasien dengan mononucleosis diberikan resep ampicillin, kemungkinan munculnya ruam meningkat.
  • Ciri khas khusus terlihat saat pengambilan darah seperti mononukleat atipikal, sebagai tambahan, Anda dapat mendeteksi antibodi terhadap virus Epstein-Barr.

 

Comments
Loading...